MAKKAH — Keberuntungan besar diraih jemaah haji asal Bontang yang tergabung dalam Kloter 14 BPN. Mereka menjadi saksi mata ritual tahunan pergantian Kiswah Ka'bah di tengah malam, sebuah pemandangan yang tidak semua jemaah haji dari berbagai negara bisa saksikan setiap musim.
Prosesi pergantian kain sutra hitam berhiaskan kaligrafi benang emas dan perak itu berlangsung di pelataran, sudut-sudut, hingga area rooftop Masjidil Haram. Bagi para jemaah, momen ini menjadi penutup ziarah yang tak terlupakan sebelum meninggalkan Makkah.
"Hadiah Terindah" Sebelum Meninggalkan Makkah
"Ini adalah hadiah terbaik dari Allah sebelum kami meninggalkan Makkah. Menyaksikan baitullah dengan tampilan indah di awal tahun baru Islam adalah kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata," ujar salah seorang jemaah dengan nada haru, sebagaimana dikutip dari catatan perjalanan Siti Aisyatur Ridha, jemaah asal Bontang.
Jemaah Kloter 14 BPN dijadwalkan bertolak menuju Kota Madinah Al-Munawwarah pada Rabu (17/6) untuk melaksanakan ibadah Arbain. Tepat sebelum melakukan Tawaf Wada—tawaf perpisahan yang mengharukan—mereka disuguhi pemandangan megah yang disebut sebagai "bekal spiritual seumur hidup."
Momen Langka yang Tak Tergantikan
Ritual pergantian Kiswah tergolong sangat langka karena tidak semua jemaah haji bisa mencocokkan waktu kepulangan atau perpindahan kota dengan agenda tahunan ini. Bagi jemaah Bontang, kesempatan ini dinilai sempurna karena bertepatan dengan momen transisi spiritual dari Makkah menuju Madinah.
Para jemaah mengaku bahwa pemandangan indah itu tidak hanya mengantarkan mereka menuju Madinah dengan hati penuh takjub, tetapi juga memperkuat harapan akan predikat haji yang mabrur. Momen emas seperti ini, menurut mereka, belum tentu dapat dinikmati oleh jemaah haji dari kota atau negara mana pun pada musim-musim haji lainnya.