Sebanyak 105 peserta dari 42 instansi, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat turun langsung menanam pohon di kawasan tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, hadir melakukan penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya program yang berlangsung selama satu tahun ke depan.
Bukan Sekadar Tanam, Ada Mekanisme Pemantauan Tiga Bulanan
Ketua Konsorsium Gerbangtara, Aie Natasha, menjelaskan program ESG Climate Action ini tidak berhenti pada seremoni penanaman. Pihaknya telah menyiapkan mekanisme pemantauan dan pelaporan setiap kuartal untuk memastikan pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat.
"Kami akan melaporkan perkembangan tanaman setiap kuartal. Di akhir program, ada laporan dampak yang tidak hanya mengukur pertumbuhan pohon, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat," ujar Aie.
Jenis tanaman yang dipilih pada tahap awal di Samarinda adalah tanaman produktif: rambutan, rambai, jambu, dan petai. Pemilihan ini agar masyarakat sekitar bisa memetik hasil ekonomi di masa mendatang.
Lima Daerah Jadi Sasaran, Komunitas Lokal Dilibatkan
Program ini akan menjangkau lima daerah di Kalimantan Timur: Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan, dan Samarinda. Di setiap lokasi, Gerbangtara menggandeng komunitas setempat untuk mengawal proses penanaman hingga perawatan pohon secara berkelanjutan.
Fatur, salah seorang panitia penyelenggara, menegaskan gerakan ini tidak akan berhenti di Desa Budaya Pampang. Ia menyebut kegiatan ini merupakan jalinan komunikasi yang telah terjaga sejak World Cleanup Day Kalimantan Timur terbentuk pada 2018.
"Semakin banyak generasi muda yang peduli dan menyuarakan kepedulian terhadap lingkungannya," kata Fatur.
Mengapa Desa Budaya Pampang Jadi Lokasi Perdana?
Kelurahan Budaya Pampang bukan sekadar lokasi tanam pohon biasa. Kawasan ini merupakan pusat budaya Dayak Kenyah yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata. Dengan menanam pohon produktif di sana, program ini ingin membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi warga melalui sektor ekowisata.
Jumlah pohon yang ditanam di Samarinda akan terus bertambah seiring pelaksanaan program di lokasi-lokasi lain yang telah ditetapkan selama satu tahun ke depan. Gerbangtara menargetkan total 2.000 pohon tertanam di seluruh Kalimantan Timur hingga program rampung.