KALIMANTAN TIMUR — Dominasi Luke Littler di panggung darts dunia kian tak terbendung. Remaja 19 tahun yang kini menjadi nomor satu dunia itu tidak hanya mempertahankan mahkota World Matchplay, tetapi juga menghancurkan rekor lama Phil Taylor dalam dua kategori sekaligus: rata-rata turnamen dan rata-rata final.
Sepanjang pekan di Winter Gardens, Littler mencatat rata-rata turnamen 111,04 – melampaui catatan Taylor sebesar 106,31 pada 2010. Di partai puncak, ia menembus angka 111,53, lebih tinggi dari 111,23 yang dibuat Taylor saat melawan Adrian Lewis di final 2013. Semua catatan itu menjadikannya juara keempat dalam sejarah yang sanggup memenangi Matchplay secara beruntun.
Pertandingan Final: Dari 167 Finish Hingga Dominasi Angka 180
Sejak leg keempat, Littler sudah menunjukkan kelasnya. Sebuah penyelesaian 167 di leg tersebut memberinya break awal dan unggul 4-1 di sesi pertama. Ia terus melesat hingga 8-2 dengan rata-rata menyentuh 114,74 – nyaris menyamai rekor pertandingan tunggal Matchplay milik Taylor (114,99).
Pada sesi berikutnya, meski level permainan sedikit menurun, Littler tetap memenangi dua sesi dengan skor 3-2. Ia makin mendekati garis finis setelah checkout 148 yang merupakan ton-plus keenamnya di final. Total 12 maksimal 180 juga ia lesakkan, memecahkan rekor turnamennya sendiri menjadi 66.
"Luke Satu dalam Sejuta" – Gerwyn Price Akui Keunggulan
Price, yang juga tampil impresif dengan rata-rata 104,97, mengakui ketangguhan lawannya. "Luke satu dalam sejuta, saya sudah melempar semua yang saya punya ke arahnya," ujar pemain asal Wales itu kepada Sky Sports. Kekalahan ini tak mengurangi pencapaian Price yang naik ke peringkat keempat order of merit dan merebut kembali status pemain nomor satu Wales dari Jonny Clayton.
Hadiah Rp4,5 Miliar dan Ambisi Clean Sweep Kalender
Kemenangan ini membuat kantong Littler bertambah £225.000 (sekitar Rp4,5 miliar). Secara keseluruhan, ia mengantongi £3.143.500 dalam order of merit dua tahun PDC – unggul £2,13 juta dari Luke Humphries di posisi kedua. Namun yang lebih menarik adalah targetnya selanjutnya: menyapu bersih semua gelar ranking PDC dalam satu tahun kalender, sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun.
"Saya rasa ayah tidak terlalu senang karena kami tadinya mau ke Spanyol, tapi sekarang harus ke Leicester untuk main Pro Tour," kata Littler. Ia mengakui harus mengejar poin agar lolos ke Players Championship Finals November mendatang. Mantan juara dunia BDO Mark Webster menilai target itu realistis. "Siapa yang bisa menghentikan Luke Littler? Anda bisa bilang babak pertama Grand Prix mungkin sulit karena format pendek, tapi tahun lalu Gian van Veen sudah melempar habis-habisan dan tetap kalah. Saat ini permainannya bertahan di format dan skenario apa pun."