Samarinda dan Balikpapan bukan cuma pintu gerbang ke Ibu Kota Nusantara. Dua kota ini juga jadi pusat perburuan oleh-oleh khas Kaltim. Masalahnya, rak-rak toko souvenir penuh dengan merek yang mirip-mirip. Mana yang asli enak? Mana yang cuma kemasan cantik?
Pengalaman beberapa kali mudik dan membawa oleh-oleh dari Kaltim mengajarkan satu hal: jangan tergoda tampilan. Rasa dan tekstur asli tetap yang paling dicari. Berikut enam pilihan yang hampir pasti habis dalam sehari begitu sampai di kampung halaman.
1. Amplang Ikan Tenggiri: Raja Oleh-Oleh Kaltim
Amplang adalah kerupuk ikan khas Samarinda yang teksturnya renyah dan gurih. Beda dengan kerupuk ikan pada umumnya, amplang dibuat dari daging ikan tenggiri segar yang dicampur tapioka dan bumbu, lalu digoreng hingga mengembang.
Yang bikin amplang Kaltim beda? Ikan tenggirinya. Ikan ini punya daging padat dan rasa manis alami. Hasilnya, amplang tidak amis dan tetap garing meski disimpan beberapa minggu. Pilih amplang yang potongannya kecil-kecil—biasanya lebih renyah dan mudah dimakan tanpa bikin capek rahang.
Tips: amplang kemasan vakum lebih awet dibawa perjalanan jauh. Tapi kalau mau rasa paling fresh, cari yang dijual di pasar tradisional tanpa kemasan—biasanya digoreng hari itu juga.
2. Abon Ikan Tuna: Alternatif Abon Sapi yang Lebih Ringan
Abon ikan tuna khas Kaltem punya serat yang lebih halus dibanding abon sapi. Rasanya gurih dengan sedikit rasa manis dari bumbu tradisional. Proses pembuatannya mirip: ikan dikukus, disuwir halus, lalu digongseng dengan bumbu hingga kering.
Yang perlu diperhatikan: abon ikan tuna lebih cepat tengik dibanding abon sapi kalau tidak disimpan benar. Simpan di wadah kedap udara dan jauhkan dari sinar matahari langsung. Kalau mau dibawa ke luar pulau, pilih yang sudah dikemas vakum.
Abon ini cocok jadi lauk dadakan di kos atau dibawa bekal perjalanan. Tinggal dicampur nasi hangat, sudah jadi nasi goreng abon instan.
3. Kue Gapit: Camilan Tradisional yang Makin Langka
Kue gapit adalah jajanan pasar khas Kutai Kartanegara yang terbuat dari tepung beras dan santan. Namanya berasal dari proses pembuatannya—adonan dijepit dengan cetakan besi panas hingga matang. Hasilnya, kue berbentuk persegi panjang tipis dengan tekstur kenyal.
Rasanya manis legit dengan aroma santan bakar yang khas. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut atau gula merah cair. Kue gapit paling enak dimakan hangat, tapi versi kemasan juga banyak dijual di toko oleh-oleh sekitar Samarinda dan Tenggarong.
Satu hal yang bikin kue gapit spesial: proses pembuatannya yang manual dan butuh ketelatenan. Makin sedikit yang bikin, makin dicari. Kalau ketemu penjual yang bikin langsung di depan mata, beli banyak.
4. Kerupuk Ikan Lele: Alternatif Ekonomis Tak Kalah Enak
Selain amplang, kerupuk ikan lele juga jadi favorit warga lokal. Ikan lele yang biasa dianggap murah justru menghasilkan kerupuk dengan rasa gurih yang kuat. Teksturnya lebih padat dibanding amplang, mirip kerupuk udang tapi versi ikan.
Kerupuk ini biasanya dijual dalam bentuk mentah (kering) atau sudah digoreng. Versi mentah lebih tahan lama dan bisa digoreng sendiri di rumah—hasilnya lebih fresh. Tapi hati-hati: minyak goreng harus benar-benar panas supaya kerupuk mengembang sempurna.
Harga kerupuk lele biasanya lebih miring dibanding amplang. Cocok buat yang mau bawa oleh-oleh banyak dengan budget terbatas.
5. Manisan Pala: Oleh-Oleh Unik dari Berau
Berau, kabupaten di utara Kaltim, terkenal dengan buah pala. Manisan pala dari sana beda dengan manisan buah pada umumnya. Teksturnya kenyal, rasa manis asam segar, dan aroma pala yang khas langsung tercium begitu kemasan dibuka.
Manisan ini cocok buat yang bosan dengan oleh-oleh gurih. Bisa dimakan langsung, dicampur es buah, atau jadi topping yogurt. Yang paling sering dicari adalah manisan pala kering—lebih praktis dan tidak berair.
Tips: cek tanggal produksi sebelum beli. Manisan pala yang terlalu lama disimpan teksturnya jadi keras dan kurang nikmat.
6. Bolu Kukus Khas Samarinda: Lembut dan Wangi Pandan
Bolu kukus Samarinda beda dengan bolu kukus biasa. Teksturnya lebih padat dan lembut, mirip bolu panggang tapi tanpa mentega. Wangi pandan dan santan jadi ciri khasnya. Biasanya dijual per potong atau per loyang kecil.
Bolu ini paling enak dimakan dalam 2-3 hari pertama. Setelah itu teksturnya mulai agak kering. Kalau mau dibawa pulang, pilih yang dikemas per potong dan minta toko memberikan silica gel di dalam kemasan—biar tetap lembab.
Beberapa toko di Samarinda juga menawarkan varian rasa: coklat, keju, atau durian. Tapi varian original pandan tetap paling laris.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana tempat belanja oleh-oleh Kaltim paling lengkap? Pasar tradisional seperti Pasar Pagi Samarinda atau Pasar Klandasan Balikpapan punya banyak pilihan. Toko oleh-oleh di bandara juga ada, tapi harganya lebih mahal.
Oleh-oleh Kaltim yang paling tahan lama? Amplang kemasan vakum bisa bertahan 1-3 bulan. Kerupuk lele mentah juga bisa disimpan berbulan-bulan asal kering.
Apakah ada oleh-oleh Kaltim yang cocok untuk vegetarian? Manisan pala dan kue gapit tidak mengandung daging atau ikan. Tapi pastikan manisannya tidak menggunakan gelatin hewani.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja oleh-oleh? Cukup 1-2 jam di pasar tradisional. Tapi kalau mau keliling beberapa toko, siapkan setengah hari.
Oleh-oleh apa yang paling jarang ditemukan di luar Kaltim? Kue gapit dan manisan pala. Amplang sudah mulai banyak dijual di kota besar, tapi kue gapit masih eksklusif di Kaltim.
Kalau ragu, minta rekomendasi langsung ke penjual. Mereka biasanya jujur soal mana yang lagi fresh dan mana yang stok lama. Jangan sungkan minta tester—hampir semua toko oleh-oleh di Kaltim menyediakan sampel rasa.