SAMARINDA — Sebanyak 25 warga Temindung Permai belajar meracik jamu sesuai standar kesehatan di Griya Sehat, Sabtu (6/6/2026). Mereka diajarkan memilih bahan baku, menjaga kebersihan alat, hingga menentukan takaran yang tepat. Kegiatan ini digagas oleh DPD ASPETRI Kaltim sebagai langkah awal menghidupkan kembali budaya meracik ramuan tradisional.
Mengapa Jamu Harus Higienis?
Ketua ASPETRI Kaltim Hery Romadan menegaskan, pembuatan jamu tidak bisa asal-asalan. “Mulai dari wadahnya harus pakai stainless agar higienis, jenis gula yang tepat, hingga takaran yang pas,” ujarnya dalam pelatihan tersebut. Standar ini penting agar khasiat tanaman herbal tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
Selain soal teknis, pelatihan ini menyentuh isu yang lebih besar: pelestarian tanaman obat asli Kalimantan. Hery menyebut, tanaman seperti tahongai dan kratom memiliki nilai kesehatan tinggi namun terancam berkurang akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Tanaman Endemik yang Terancam
“Bayangkan kayak Tahongai, tanaman asli Kalimantan itu, kalau sekali dibabat habis padahal nilainya banyak sekali. Terus ada tanaman lain seperti Kratom yang bagus sekali untuk stamina, kesehatan, dan menghilangkan capek-capek,” kata Hery. Menurutnya, pelestarian ke depan harus dikontrol, dan ASPETRI ingin ambil bagian dalam upaya itu.
Ia mencontohkan, masih banyak pekarangan rumah warga yang tidak terawat dan tidak dimanfaatkan untuk menanam TOGA. Padahal, kebiasaan mandiri seperti ini bisa menjadi solusi kesehatan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati lokal.
Dari Dapur ke Peluang Ekonomi Baru
Program ini tidak sekadar mengajarkan cara meracik jamu. Hery melihat tren konsumsi minuman herbal kini berkembang pesat, bahkan mulai diminati sektor perhotelan. “Kebiasaan-kebiasaan mandiri seperti ini yang ingin kita hidupkan kembali di tengah masyarakat Kaltim,” pungkasnya.
Saat ini, ASPETRI Kaltim telah memiliki 24 anggota aktif yang tergabung dalam komunitas pendamping bernama Kerabat ASPETRI Kaltim. Warga yang hanya ingin belajar sebatas konsumsi keluarga bisa bergabung di wadah ini. Ke depan, organisasi tersebut menargetkan edukasi serupa bisa menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.