BERAU — Sebanyak puluhan anak di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, diajak mengenal lebih dekat satwa penyu yang dilindungi negara melalui metode pembelajaran interaktif. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mengikuti kuis dan mewarnai gambar untuk memahami peran penyu dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
"Melalui edukasi ini, anak-anak diajak mengenal penyu sebagai satwa yang dilindungi negara sehingga harus dijaga bersama," ujar Direktur Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) YKAN, Imran Amin, di Samarinda, Sabtu.
Ancaman Nyata: Sampah Plastik hingga Perburuan Telur
Dalam sesi pembelajaran, anak-anak diperkenalkan pada berbagai ancaman serius terhadap kelestarian penyu. Mulai dari sampah plastik yang kerap tertelan, kerusakan habitat pantai akibat aktivitas manusia, hingga pengambilan telur dan perburuan liar yang masih terjadi di beberapa titik.
Mereka juga diajarkan keterkaitan antara kesehatan terumbu karang, padang lamun, dan keberlangsungan hidup penyu. Ekosistem yang rusak secara langsung mempengaruhi siklus hidup satwa yang biasa kembali ke pantai kelahirannya untuk bertelur.
Program SOMACORE Libatkan Warga dalam Pendataan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sustainable Ocean Management and Coral Reef Conservation (SOMACORE). Program tersebut tidak hanya fokus pada edukasi anak, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pendataan dan pemantauan penyu berbasis citizen science di perairan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K-KDPS).
"Pendidikan lingkungan hidup menjadi bagian penting untuk menggugah kesadaran menjaga penyu dan ekosistem pesisir. Kesadaran ini kami tanamkan sejak usia dini agar anak-anak memahami peran mereka dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di masa depan," kata Amin.
Konservasi penyu di Berau melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemprov Kalimantan Timur, Pemkab Berau, hingga Pemerintah Kampung Balikukup. Kolaborasi ini dinilai penting karena kawasan pesisir Berau merupakan salah satu lokasi bertelur utama penyu hijau dan penyu sisik di Indonesia.
Nisa: Saya Baru Tahu Penyu Bisa Kembali ke Pantai yang Sama
Salah satu peserta, Nisa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan pengetahuan baru sambil bermain dengan teman-teman sebaya.
"Saya baru tahu kalau penyu bisa kembali ke pantai tempat dia menetas sebelumnya, kemudian balik lagi ke lokasi yang sama untuk bertelur. Saya juga jadi tahu kalau sampah plastik berbahaya bagi penyu. Saya bersama teman-teman ingin terus menjaga alam agar penyu tetap ada," ujar Nisa.