Pencarian

Harga Cabai Merah Keriting di PPU Melonjak Tajam, Bawang hingga Beras Relatif Stabil

Rabu, 27 Mei 2026 • 13:17:52 WIB
Harga Cabai Merah Keriting di PPU Melonjak Tajam, Bawang hingga Beras Relatif Stabil
Harga cabai merah keriting di Pasar Induk PPU naik hampir dua kali lipat dalam sepekan.

PENAJAM — Lonjakan harga cabai merah keriting terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini kontras dengan komoditas bahan pokok lainnya yang cenderung stabil, seperti beras medium, bawang merah, dan gula pasir.

Berapa Kenaikan Harga Cabai Saat Ini?

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk PPU, harga cabai merah keriting kini tembus Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Angka ini naik drastis dari posisi sepekan lalu yang masih berkisar Rp 35.000 per kilogram.

Pedagang menyebutkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani di luar daerah, sementara permintaan konsumen tetap tinggi.

Komoditas Lain yang Relatif Stabil

Di sisi lain, harga beras medium masih bertahan di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp 30.000 per kilogram, sementara minyak goreng curah masih di angka Rp 17.000 per liter.

Gula pasir dan telur ayam ras juga tidak mengalami perubahan harga yang berarti dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini sedikit meringankan beban warga yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai.

Fakta Singkat Pergerakan Harga di PPU

  • Cabai merah keriting: Rp 60.000–65.000/kg (naik dari Rp 35.000/kg).
  • Beras medium: Rp 12.000–13.000/kg (stabil).
  • Bawang merah: Rp 30.000/kg (stabil).
  • Minyak goreng curah: Rp 17.000/liter (stabil).

Apa Kata Pedagang Pasar?

Seorang pedagang di Pasar Induk PPU, Sumarni, mengatakan bahwa harga cabai naik hampir dua kali lipat dalam sepekan. "Kemarin masih Rp 35 ribu, sekarang sudah Rp 60 ribu. Stok dari Kalimantan Selatan berkurang," ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya, Senin lalu.

Ia menambahkan bahwa pembeli mulai mengurangi jumlah cabai yang dibeli. "Biasanya beli setengah kilo, sekarang cuma beli dua ons atau tiga ons," kata Sumarni.

Respons Pemerintah Daerah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) PPU menyatakan pihaknya terus memantau harga di tingkat pedagang eceran. Pemerintah daerah tengah mengkaji opsi operasi pasar untuk menekan lonjakan harga jika kondisi belum membaik dalam pekan mendatang.

Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat tidak terus tergerus, terutama menjelang akhir pekan ketika permintaan cabai biasanya meningkat.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks