Pencarian

BPBD Balikpapan Intensifkan Edukasi Mitigasi Bencana Sasar Pendatang dan Anak

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:21:30 WIB
BPBD Balikpapan Intensifkan Edukasi Mitigasi Bencana Sasar Pendatang dan Anak
BPBD Balikpapan intensifkan edukasi mitigasi bencana bagi pendatang dan anak-anak di zona merah.

BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menerapkan pola sosialisasi rutin setiap dua hingga tiga bulan di kawasan zona merah bencana. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka perpindahan penduduk yang menyebabkan banyak warga baru belum mengenali karakter kerawanan wilayah serta prosedur penyelamatan diri saat darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat saat ini memang sudah cukup baik berkat kolaborasi lintas instansi. Namun, kondisi demografi yang dinamis menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga standar mitigasi di tingkat akar rumput.

Tantangan Dinamika Penduduk di Wilayah Rawan Longsor

Pergantian penghuni di sejumlah kawasan padat menjadi alasan utama BPBD tidak berhenti melakukan sosialisasi berulang. Usman menyebut banyak pendatang yang belum memahami langkah awal yang harus diambil ketika debit air meningkat atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan mereka.

“Komposisi masyarakat selalu berubah. Jadi sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lama maupun pendatang sama-sama memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujar Usman Ali, Rabu (6/5/2026).

Fokus utama edukasi ini menyasar wilayah-wilayah yang memiliki riwayat banjir dan tanah longsor. BPBD menekankan pentingnya mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman sebelum bencana benar-benar terjadi.

Literasi Bencana Sejak Dini Lewat Program SPAB

Selain fokus pada pemukiman, BPBD Balikpapan juga memperluas jangkauan ke sektor pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini dirancang untuk menanamkan insting penyelamatan diri kepada pelajar tingkat TK hingga SD agar tidak panik saat menghadapi situasi kritis.

Dalam praktiknya, para siswa diajak mengikuti simulasi langsung menghadapi gempa bumi dan banjir. Mereka diajarkan cara berlindung yang benar, mengenali tanda-tanda bahaya, hingga prosedur evakuasi menuju lapangan terbuka secara teratur.

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sejak dini supaya mereka tidak panik dan tahu langkah dasar penyelamatan diri,” jelas Usman.

Optimalisasi Layanan 112 dan Penanganan Kelompok Rentan

Meski edukasi untuk anak-anak berjalan masif, BPBD mengakui sosialisasi bagi kelompok lanjut usia masih menghadapi tantangan teknis. Faktor mobilitas dan kondisi kesehatan para lansia memerlukan pendekatan khusus yang saat ini terus dimatangkan oleh tim di lapangan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk proaktif dalam melakukan mitigasi mandiri, salah satunya dengan menjaga kebersihan drainase. Penumpukan sampah di saluran air dinilai masih menjadi pemicu utama yang memperparah dampak banjir di beberapa titik kota.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur komunikasi, warga diminta memanfaatkan layanan panggilan darurat 112. Kanal ini menjadi pintu utama pelaporan agar respon penanganan dari BPBD, TNI, Polri, maupun Basarnas dapat dilakukan lebih cepat dan terukur di seluruh wilayah Balikpapan.

Bagikan
Sumber: kaltimkita.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks