SAMARINDA — Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax langsung menuai protes dari warga Samarinda. Rahman Hakim (46) menyayangkan kebijakan yang diumumkan secara nasional itu, terutama karena Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu lumbung minyak bumi Indonesia.
"Saya lihat kilang minyak di Balikpapan besar, mana sekarang manfaatnya ke kita? Naik juga kan harganya," ujar Rahman kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2026). Ia menilai warga justru menjadi pihak yang terus terbebani oleh kebijakan pemerintah pusat di tengah kondisi ekonomi yang sudah sulit.
Menurut Rahman, kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini sudah cukup memberatkan. "Negara kita kaya, masa negara kaya masih minta masyarakat beli dengan harga yang dinaikkan lagi," katanya.
Marcela (38), seorang pedagang di Samarinda, mengaku keberatan dengan kenaikan yang diumumkan secara mendadak. Ia khawatir para pengendara akan berbondong-bondong beralih ke Pertalite yang harganya masih disubsidi.
"Nanti jatuhnya ke Pertalite, antreannya lebih panjang dan agak susah didapat. Soalnya orang lebih memprioritaskan isi ke Pertalite," kata Marcela.
Ia menambahkan, kondisi antrean di SPBU Samarinda sebenarnya sudah panjang dalam beberapa pekan terakhir. "Kalau hari-hari saya isi Pertalite, itu pun harus antre pagi. Habis antar anak sekolah saya langsung ke pom. Kalau sudah siang kemungkinan kosong," ungkapnya.
Rahman menilai kenaikan Pertamax akan memicu lonjakan permintaan Pertalite yang berujung pada kelangkaan di pengecer. "Kalau langka cari di mana? Di pengecer. Cari di pengecer mahal lagi nanti," ujarnya.
Marcela menambahkan, meski dampaknya belum langsung terasa, ia yakin harga sembako akan ikut naik secara perlahan. "Kalau bisa sih jangan naik dulu, soalnya berdampak ke yang lain," katanya.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyesuaian harga Pertamax dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah. Keputusan ini mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.