Pencarian

Danantara Siap Suntik Modal INKA, Bereskan Utang dan Genjot Produksi KRL

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 08:36:02 WIB
Danantara Siap Suntik Modal INKA, Bereskan Utang dan Genjot Produksi KRL
Danantara menyatakan siap menyuntikkan modal ke PT INKA untuk menyehatkan keuangan perusahaan.

KALIMANTAN TIMUR — Danantara menyatakan siap menyuntikkan modal ke PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk menyehatkan keuangan sekaligus menopang produksi sarana kereta nasional. Langkah ini diambil setelah kondisi ekuitas INKA tercatat negatif dan perusahaan menanggung beban utang yang dinilai tidak berkelanjutan. Injeksi modal diperlukan agar INKA bisa memenuhi pesanan KRL yang kebutuhan pasarnya terus tumbuh.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji pemberian suntikan modal kepada INKA. Kajian itu mencakup perhitungan pasti berapa besar equity tambahan yang dibutuhkan perusahaan. Dony menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan awak media di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Dony, INKA saat ini menghadapi persoalan keuangan yang tidak ringan. Beban utang yang tidak berkelanjutan membuat proses transformasi perusahaan menjadi keniscayaan.

"INKA itu sekarang posisinya sudah saya sampaikan bahwa equity-nya negatif, kemudian ada unsustainable loan-nya. Makanya ini bagian dari proses transformasi yang juga harus kita lakukan. Bagian dari proses itu nanti akan kita lihat," ujar Dony.

Mengapa Danantara Yakin Modal Ini Bakal Kembali

Keyakinan Danantara untuk menyuntik modal bukan tanpa alasan. Hasil produksi INKA sudah memiliki pembeli yang jelas, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kepastian offtake inilah yang membuat Danantara menilai penambahan equity bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau mereka membutuhkan equity tambahan, kita akan lakukan proses penambahan equity karena offtake-nya jelas, kan? Pabrik yang produksinya mereka buat akan di-offtake oleh Kereta Api, dan bagi Kereta Api ini bagian dari roadmap transportasi publik kita," tutur Dony.

Meski begitu, Danantara belum bisa memastikan angka final kebutuhan modal tersebut. Dony menyebut kajian masih berjalan dan tidak bisa dilihat secara terpisah-pisah.

"Jadi ini tidak bisa dilihat satu per satu. Ada possibility yang sedang kita kaji, berapa kemungkinan kita harus inject equity kepada INKA," imbuhnya.

Kapasitas Produksi INKA Jadi Pertimbangan Impor KRL

Persoalan keuangan INKA berkelindan dengan kebutuhan sarana KRL di Indonesia yang terus meningkat. Dony mengakui kapasitas produksi INKA saat ini sangat terbatas, sehingga pemerintah membuka sejumlah opsi penyediaan armada.

Opsi itu mencakup pembuatan secara lokal oleh INKA, impor rangkaian baru dari produsen luar negeri, hingga mendatangkan KRL bekas dari Jepang. Dony menegaskan transformasi INKA sedang berjalan untuk menjawab keterbatasan tersebut.

"Betul (perlu produksi lokal). Makanya proses transformasi INKA ini kan sedang berjalan, ya. Tapi kapasitas produksi mereka kan juga sangat terbatas. Jadi ada pilihan-pilihan yang harus kita buat," kata Dony.

Selain kebutuhan KRL pada lintas eksisting di Jabodetabek, ada tambahan permintaan yang menanti. Pemerintah berencana melakukan elektrifikasi pada jalur Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Merak. Rencana itu otomatis membutuhkan penambahan armada KRL.

"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksi INKA. Sisanya, itu yang akan kita cari alternatifnya," ujar dia.

Pertemuan dengan Menhub Bahas Impor KRL Bekas

Rencana mendatangkan KRL bekas dari Jepang akan dibahas Danantara bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti pemenuhan kebutuhan operasional KRL di Jabodetabek.

"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi," ungkap Dony.

Bagi Danantara, penyelesaian masalah keuangan INKA dan pemenuhan armada KRL merupakan dua hal yang saling terkait. Injeksi modal diharapkan membuat INKA mampu mengejar kapasitas produksi, sementara opsi impor tetap disiapkan sebagai penambal kebutuhan jangka pendek. Keputusan akhir soal besaran modal dan asal armada akan bergantung pada hasil kajian serta pembahasan lintas kementerian.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks