Pencarian

Pupuk Kaltim Siapkan Stok 293 Ribu Ton Hadapi Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027

Jumat, 25 September 2026 • 23:28:31 WIB
Pupuk Kaltim Siapkan Stok 293 Ribu Ton Hadapi Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027
Stok pupuk Pupuk Kaltim di Gudang Lini I mencapai 293 ribu ton menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyiapkan stok pupuk lebih dari 293 ribu ton untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama musim tanam Oktober 2026–Maret 2027. Kesiapan pasokan itu ditopang realisasi produksi yang telah mencapai 5.102.923 ton per 22 September 2026. Perusahaan juga merampungkan revitalisasi Ammonia Pabrik-2 yang menambah kapasitas harian dan menekan biaya produksi hingga Rp228 miliar per tahun.

SAMARINDA — Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menyatakan stok pupuk di gudang produsen lini I berada dalam kondisi aman menjelang musim tanam. Rinciannya, 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao.

Seluruh stok tersebut tersimpan di Gudang Lini I Pupuk Kaltim dan akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia. Penyaluran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani selama periode tanam Oktober hingga Maret mendatang.

Realisasi Produksi Capai 78,48 Persen dari Target 2026

Hingga 22 September 2026, produksi urea terealisasi 2.735.832 ton, NPK 254.458 ton, dan amonia 2.112.633 ton. Capaian itu setara 78,48 persen dari target produksi tahun ini.

Angka tersebut ditopang kapasitas produksi 6,47 juta ton per tahun dari 13 pabrik. Kapasitas itu terdiri dari 3,43 juta ton urea per tahun, 300 ribu ton NPK per tahun, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.

Rafli menegaskan kesiapan produksi tidak hanya bergantung pada kapasitas terpasang. Keandalan fasilitas dan efisiensi operasional menjadi penentu utama.

"Keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh efisiensi dan keandalan fasilitas. Karena itu, kami terus memperkuat Operational Excellence untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara andal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk," jelas Rafli.

Revamping Ammonia Pabrik-2 Naikkan Kapasitas 4,18 Persen

Langkah konkret ditempuh lewat proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang beroperasi penuh sejak Agustus 2026. Kapasitas produksi harian naik menjadi 1.841 ton dari sebelumnya 1.767 ton per hari, atau meningkat 4,18 persen.

Hasil uji kinerja juga menunjukkan konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Efisiensi 4,03 MMBTU per ton amonia itu diproyeksikan menghemat biaya produksi hingga USD14,3 juta per tahun atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

Peningkatan kapasitas dan efisiensi memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim terhadap program revitalisasi industri pupuk nasional.

Program Pendampingan Petani di Magetan dan Bulutana

Kontribusi terhadap ketahanan pangan juga dijalankan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pupuk Kaltim mendampingi petani untuk meningkatkan kualitas lahan, produktivitas, mutu panen, dan keberlanjutan area persawahan.

Di Magetan, Jawa Timur, program PKT BISA menerapkan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah pertanian menjadi kompos dan biogas. Di Bulutana, Sulawesi Selatan, program PKT BERSERI mengembangkan Kawasan Kampung Sawah Abadi yang memadukan pertanian terpadu ramah lingkungan dengan potensi pariwisata lokal.

Rafli menyebut ketahanan pangan sebagai agenda jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim, katanya, akan menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian dari peran mendukung ketahanan pangan nasional.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks