BONTANG — Di tengah hiruk-pikuk industri, lahan pertanian di Bontang Barat masih membuktikan produktivitasnya. DKP3 Kota Bontang memanfaatkan momen panen padi di Kelurahan Kanaan untuk memperkuat sinergi dengan petani sekaligus memetakan tantangan budidaya mereka.
Apa yang Dicari Pejabat Dinas Saat Turun ke Sawah?
Kehadiran Debora Kristiani bersama staf Bidang Pertanian dan penyuluh pada Rabu (15/7/2026) bukan hanya untuk mengapresiasi hasil panen. Momen ini dimanfaatkan untuk dialog langsung dengan anggota Kelompok Tani Misakada. Mulai dari kondisi tanaman, proses budidaya, hingga kendala teknis yang membayangi masa tanam, semuanya dibahas di lokasi.
“Komunikasi dan pendampingan kepada kelompok tani akan terus diperkuat agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” ujar Debora.
Sinergi Tiga Pilar: Pemkot, Petani, dan Aparat Kewilayahan
Kegiatan panen bersama itu juga dihadiri oleh Babinsa Kelurahan Kanaan. Kehadiran aparat kewilayahan ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinas teknis. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas pertanian.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” kata Debora.
Masukan Petani Jadi Bahan Evaluasi Program
DKP3 Kota Bontang menegaskan bahwa data dan keluhan yang dikumpulkan saat panen bersama akan menjadi dasar evaluasi. Penyuluh pertanian akan terus didorong untuk memberikan pendampingan teknis, mulai dari penerapan teknologi budidaya hingga upaya menjaga produktivitas lahan yang tersisa di kota industri ini.
Bagi Debora, keberhasilan panen adalah hasil kerja kolektif. Pemerintah berharap semangat petani di Kanaan bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Bontang agar sektor pertanian tetap berkontribusi nyata terhadap pemenuhan pangan masyarakat.