BERAU — Keikutsertaan ANISDHYA di ISEF 2026 menandai lompatan bagi Cica, sapaan akrab Anisah Dhiya Azizah. Pada perhelatan tahun sebelumnya, perempuan kelahiran 7 Oktober 2000 itu hadir sebagai kolaborator pengrajin. Kini brand miliknya tampil sebagai peserta penuh setelah melewati kurasi IKRA yang dinaungi Bank Indonesia.
Panggung JICC menjadi ruang bagi Cica untuk membentangkan koleksi "Gemala Bahari" di hadapan penonton nasional hingga internasional. Kesempatan itu juga membuka jalur penjualan, perluasan jejaring, dan pembelajaran strategi pasar langsung dari buyers lokal maupun mancanegara.
Pulau Kakaban Jadi Sumber Inspirasi Motif Gemala Bahari
Nama "Gemala Bahari" lahir dari ketertarikan Cica pada keajaiban wisata bahari Kabupaten Berau, terutama Pulau Kakaban. Siluet setiap busana diadaptasi dari bentuk fauna endemik pulau tersebut, termasuk ubur-ubur tidak menyengat yang menjadi ikon uniknya.
Lekuk eksotis Pulau Kakaban juga dituangkan ke dalam motif kain batik hasil kolaborasi ANISDHYA dengan pengrajin lokal Putri Maluang Batik. "Komposisi motif didesain dan disesuaikan langsung dengan cap yang dimiliki oleh Putri Maluang," ujar Cica menceritakan proses kreatif di balik layar.
Hasilnya memadukan motif batik tradisional dengan sentuhan gaya modern athleisure. Koleksi berfokus pada teknik mix and match, dengan item busana yang tampak sederhana namun mudah dipadupadankan untuk berbagai kesempatan.
Dari SMK Negeri 1 Berau hingga Studio Sendiri di Kampung Halaman
Minat Cica pada dunia mode tumbuh sejak kecil, didukung penuh orang tuanya, Rusnan Hefni yang menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, dan ibunya Wati. Ia menempuh pendidikan Tata Busana di SMK Negeri 1 Berau, melanjutkan ke Islamic Fashion Institute, lalu meraih gelar S1 Kriya Tekstil dan Fashion di Universitas Telkom.
Setelah merantau, Cica pulang ke Berau pada 2024 dan mendirikan studio sendiri dengan layanan made by order. Memasuki 2025, produksinya berkembang ke busana ready-to-wear yang dirancang untuk dikenakan sehari-hari dengan sentuhan Batik Berau.
Kolaborasi dengan Pengrajin dan Ekosistem Fesyen Berau
Melalui setiap helai busana bermotif Batik Berau, Cica ingin memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Berau ke masyarakat lebih luas. Ia aktif berkolaborasi dengan rekan seprofesi di industri kreatif Berau untuk menyelenggarakan berbagai event lokal.
Langkah itu diambil demi menghidupkan ekosistem fesyen di daerah, bukan hanya membangun brand pribadi. Karya Cica dan "Gemala Bahari" menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda daerah mampu menembus batas geografis dan tampil di kancah nasional.