Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengapresiasi kerja sama strategis antara SMK Negeri 6 Samarinda dengan 25 dunia usaha dan dunia industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Penandatanganan kerja sama berlangsung di ruang pertemuan SMKN 6 Samarinda, dengan cakupan kesepakatan mencakup sinkronisasi kurikulum hingga pemagangan guru. Pemprov Kaltim menilai kemitraan ini menjadi bagian upaya menekan angka pengangguran di daerah.
SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyatakan dukungannya terhadap hubungan harmonis yang dibangun antara sekolah kejuruan dan dunia usaha di Kaltim. Kerja sama SMKN 6 Samarinda dengan 25 perusahaan industri dinilai menjadi salah satu motor penggerak penyerapan tenaga kerja siap pakai di daerah.
Dukungan disampaikan Seno saat menghadiri penandatanganan kerja sama di ruang pertemuan SMK Negeri 6 Samarinda. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan cenderamata berupa produk minyak aromaterapi hasil praktikum mandiri dan karya orisinal siswa kepada Wakil Gubernur.
Angka TPT Kaltim 5,24 Persen Jadi Latar Kemitraan
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kaltim tercatat 5,24 persen. Sektor pendidikan kejuruan diproyeksikan menjadi motor penggerak utama penyerapan tenaga kerja siap pakai.
"Program kemitraan ini sangat strategis sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran," kata Seno Aji di Samarinda.
Ia menekankan pentingnya dunia usaha dan dunia industri menjalin hubungan erat dengan lingkungan sekolah. Tujuannya agar perusahaan mampu menyerap sumber daya manusia lokal berkualitas yang dicetak sekolah-sekolah kejuruan.
Isi MoU: Sinkronisasi Kurikulum hingga Instruktur Ahli
Cakupan nota kesepahaman kemitraan tidak terbatas pada komitmen penyerapan lulusan. Kesepakatan memuat kerja sama jangka panjang soal sinkronisasi kurikulum berbasis kebutuhan industri terbaru.
Kerja sama juga mencakup pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan bagi siswa, pemagangan guru, hingga penyediaan instruktur ahli atau guru tamu dari internal perusahaan secara berkala.
"Melalui kerja sama ini, para pelajar kita akan merasa lebih tenang dan yakin bahwa setelah lulus, mereka siap bekerja di dunia usaha maupun industri," ujar Seno dalam sambutannya.
25 Perusahaan Terlibat, dari Trakindo hingga Global Environment Laboratory
Sebanyak 25 lini industri yang terlibat merupakan perusahaan yang selaras dengan konsentrasi keahlian di SMKN 6 Samarinda. Di antaranya PT Trakindo Utama di lini Teknik Alat Berat, PT Astra International Tbk, Isuzu, PT Ardendi Jaya Sentosa, PT Karunia Armada Indonesia, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Dinar Energi Utama, PT Geoservices, dan PT Global Environment Laboratory.
Kurikulum industri tersebut mendukung program keahlian sekolah mulai dari Geologi Pertambangan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Pemesinan, hingga Kimia Analisis.
Kontribusi CSR Swasta untuk Ruang Kelas dan Laboratorium
Pemprov Kaltim juga mengapresiasi kontribusi sektor swasta yang membantu pengembangan infrastruktur sekolah melalui bantuan tanggung jawab sosial perusahaan. Sejumlah ruang kelas dan laboratorium di SMKN 6 Samarinda dibangun melalui bantuan CSR pihak swasta.
"Saya senang saat masuk ke sekolah ini, ternyata beberapa ruang kelas dan laboratorium dibangun melalui bantuan CSR pihak swasta," kata Seno.
Respons Kepala Sekolah dan Program Seragam Gratis
Kepala SMKN 6 Samarinda Muhammad Adnan menyebut kemitraan dengan puluhan perwakilan dunia usaha dan dunia industri berdampak positif pada peningkatan kualitas SDM siswa. Kerja sama itu juga berdampak pada pembenahan fasilitas fisik sekolah.
Adnan menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kaltim atas bantuan program seragam sekolah gratis bagi siswa. Program tersebut telah berjalan selama beberapa tahun terakhir untuk meringankan beban orang tua murid.