SAMARINDA — Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur diwarnai pelemparan sayuran busuk oleh massa. Sayuran tersebut dibawa sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi layanan publik yang dinilai tidak berjalan semestinya.
Dalam aksi pada Rabu (4/11), massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak di Kaltim. Pemadaman listrik menjadi salah satu keluhan yang paling menonjol karena disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Pemadaman Listrik Sebulan Lebih Jadi Pemicu Utama
Keluhan soal listrik mendominasi tuntutan massa GERAM. Pemadaman yang berlangsung lebih dari sebulan dinilai telah mengganggu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari rumah tangga hingga usaha kecil.
Pelemparan sayuran busuk menjadi cara massa mengekspresikan kemarahan tanpa merusak fasilitas kantor gubernur. Aksi ini menyasar langsung gedung perwakilan pemerintah provinsi sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Sejumlah Persoalan Lain Ikut Disuarakan
Selain listrik, massa GERAM membawa sejumlah tuntutan lain terkait persoalan di Kalimantan Timur. Namun rincian tuntutan tersebut belum diuraikan secara lengkap dalam pemberitaan awal mengenai aksi ini.
Aksi di Kantor Gubernur Kaltim ini menambah daftar protes warga terhadap layanan dasar di daerah. Pemerintah provinsi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun jadwal penyelesaian persoalan listrik.