Pencarian

Latihan Core untuk Lansia: 3 Gerakan yang Dipakai Pelatih untuk Ayahnya

Kamis, 05 November 2026 • 16:20:01 WIB
Latihan Core untuk Lansia: 3 Gerakan yang Dipakai Pelatih untuk Ayahnya
Pelatih mendemonstrasikan gerakan clamshell dengan band sebagai bagian dari latihan core low-impact untuk lansia.

KALIMANTAN TIMUR — Kekuatan core yang fungsional jadi kunci mengurangi risiko jatuh dan cedera saat menua. Seorang pelatih membagikan tiga gerakan yang ia gunakan untuk melatih ayahnya selama sekitar enam tahun, dengan pendekatan low-impact yang menjaga punggung dan glutes tetap kuat. Fokusnya bukan six-pack, melainkan stabilitas inti yang menopang gerak sehari-hari.

Pengalaman melatih ayahnya selama kurang lebih enam tahun membuat sang pelatih menaikkan porsi latihan core di akhir sesi. Ayahnya memang makin kuat, lebih mobile, dan keseimbangannya membaik, tetapi latihan inti tetap jadi prioritas karena membantu mengurangi nyeri, menekan risiko cedera, dan menjaga kualitas gerak seiring usia. Pendekatannya sengaja low-impact: punggung ditopang, sementara stabilitas core dalam dilatih perlahan.

Satu catatan penting dari pengalaman itu: ayahnya punya sciatica, sehingga menjaga tulang belakang dan glutes tetap kuat dan aktif jadi krusial. Beban, repetisi, dan set bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Ketiga gerakan berikut adalah versi yang mereka pakai.

1. Clamshell: 3–4 Set, 8 Repetisi dengan Band Berat

Berbaring miring dengan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki bertumpuk. Gunakan loop band heavy-duty di atas lutut. Angkat torso agar berat tidak menumpuk ke bahu, lalu buka lutut atas ke arah langit-langit sambil menekan band. Turunkan lutut perlahan, jaga sisi dalam kaki tetap menempel.

Clamshell melatih glutes, otot besar yang membantu menstabilkan panggul dan melindungi punggung bawah. Gerakan ini jadi fondasi sebelum masuk ke latihan yang lebih menuntut stabilitas.

2. Farmer's Carry: 3–4 Set, 50 Detik Kerja / 10 Detik Istirahat

Pegang dua beban berat di kedua tangan, berdiri tegak, lalu berjalan naik-turun selama 50 detik. Jaga core aktif dan jangan condong ke satu sisi atau ke belakang. Sedikit condong ke depan masih boleh, asalkan punggung tidak membungkuk.

Di sini core bekerja keras menjaga torso tetap tegak dan stabil saat membawa beban berat. Kalau hanya membawa satu beban, latihan ini melatih core untuk anti-rotasi, yang membuat tubuh lebih kokoh menghadapi gerakan tak seimbang.

3. Weighted Overhead Squat: 3–4 Set, 8–10 Repetisi

Berdiri dengan kaki selebar bahu, tekan satu atau dua beban ke atas kepala. Jaga beban tetap bertumpuk di atas bahu. Dorong pinggul ke belakang masuk ke squat, turun sejauh kemampuan tanpa dada jatuh ke depan. Dorong naik memakai otot kaki dan core.

Overhead squat menuntut stabilitas core besar untuk menjaga beban di atas kepala sekaligus menstabilkan torso saat squat. Versi yang dipakai sang pelatih: ayahnya memegang weight plate dengan dua tangan di atas kepala, tapi ini dilakukan setelah bertahun-tahun latihan. Alternatifnya, lilitkan band di atas lutut dan tekan dengan kaki saat squat.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mulai

  • Kalau mobilitas pinggul, lutut, pergelangan kaki, atau tulang belakang terbatas, jalankan gerakan perlahan dan jangan memaksakan beban.
  • Kemajuan bisa dicapai dengan menambah beban atau memperlambat tempo gerakan.
  • Saat squat, waspadai tumit terangkat, lutut masuk ke dalam, punggung membulat, atau kedalaman squat yang kurang. Lebih baik mulai dengan berat badan sendiri sampai kekuatan dan mobilitas membaik.
  • Jaga tulang belakang lurus dan bahu ditarik ke belakang dan ke bawah di semua gerakan, dengan core aktif terkunci. Bayangkan bersiap menahan benturan dan tarik napas ke bawah saat bergerak.
  • Kalau ada nyeri, atau ragu karena kehamilan, kondisi kesehatan, penyakit, atau cedera, konsultasikan dulu ke tenaga medis.

Pola latihan ini bukan soal mengejar beban maksimal, melainkan membangun stabilitas yang terpakai di kehidupan sehari-hari. Untuk lansia atau siapa pun yang ingin mulai, urutan clamshell, farmer's carry, lalu overhead squat versi ringan bisa jadi titik awal yang masuk akal.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks