SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah kota tidak lagi bergantung penuh pada kas daerah untuk menambal kerusakan fasilitas sekolah. Ruang fiskal APBD yang terbatas dinilai bakal kepayahan jika harus membiayai pembangunan sendirian, sehingga skema pembiayaan alternatif dari tingkat provinsi dan pusat harus segera dioptimalkan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut ada dua keran anggaran strategis yang tengah dibidik. Pertama, Bantuan Keuangan (Bankeu) dengan mengajukan usulan subsidi ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik melalui lobi aktif ke pemerintah pusat untuk mengamankan alokasi perbaikan pendidikan.
Diversifikasi Anggaran untuk Mengejar Renovasi Kelas
“Ini nanti kita usulkan semua, tinggal bagaimana sebenarnya kemampuan keuangan daerah. Bisa melalui APBD, atau bisa melalui Bankeu, atau bisa melalui DAK Fisik,” ujar Sri Puji Astuti.
Legislatif menilai diversifikasi sumber dana ini menjadi jalan keluar paling realistis di tengah kondisi keuangan yang sedang mengetat. Dengan memetakan pembiayaan secara fleksibel, ketergantungan pada APBD murni bisa ditekan tanpa mengorbankan hak belajar siswa.
Target utamanya sederhana: ruang kelas kembali kokoh dan para siswa bisa belajar tanpa dihantui rasa waswas terhadap fasilitas yang tidak layak. Infrastruktur pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena anggaran kota sedang terbatas.
Bola Panas Kini Berpindah ke Dinas Terkait
Setelah peta jalan pembiayaan diwacanakan, eksekusi kini menunggu gerak cepat dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Kecepatan birokrasi dalam merampungkan berkas administrasi dan perencanaan teknis menjadi kunci utama agar proses lelang proyek perbaikan tidak berlarut-larut.
Di dunia pendidikan, waktu adalah variabel yang mahal. Setiap hari yang terbuang karena kelambatan administrasi atau kegagalan lobi anggaran bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hari di mana kenyamanan dan konsentrasi anak-anak di dalam ruang kelas kembali dipertaruhkan.