SAMARINDA — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan kursi di perguruan tinggi. IKIP PGRI Kaltim memastikan masih ada ruang bagi pendaftar baru untuk mengakses Program Gratispol, bantuan biaya pendidikan senilai Rp3 juta per semester dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kesempatan ini disampaikan langsung dalam agenda Sosialisasi Gratispol yang digelar di sela-sela Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis, 20 Agustus 2026. Program ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah tingginya minat calon mahasiswa pada tahun ajaran baru.
Syarat Utama: KTP dan KK Kaltim Minimal Tiga Tahun
Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Aji Vini Vayanti, menegaskan bahwa tidak semua mahasiswa baru otomatis mendapatkan bantuan ini. Ada sejumlah ketentuan administratif yang harus dipenuhi calon penerima, terutama terkait status kependudukan.
“Untuk Gratispol ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti memiliki KK dan KTP Kaltim minimal tiga tahun berturut-turut serta usia maksimal 25 tahun,” ujar Aji dalam sosialisasi tersebut.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mahasiswa diwajibkan melakukan pendaftaran melalui akun masing-masing dengan mengunggah seluruh dokumen yang telah ditentukan. Proses verifikasi ini menjadi penentu kelancaran pencairan bantuan di setiap semester.
Dua Prodi Masih Buka, Kuota PKO Penuh
Bagi calon mahasiswa yang belum mendaftar, peluang masih terbuka lebar. IKIP PGRI Kaltim masih menerima pendaftaran untuk dua program studi (prodi), yakni Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Otomotif hingga akhir September 2026. Sementara itu, kuota untuk Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) dinyatakan telah terpenuhi.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru IKIP PGRI Kaltim, Abdul Rozak Fahrudin, memastikan jaminan bantuan bagi pendaftar yang memenuhi syarat. “Bagi adik-adik yang belum mendapatkan kuliah, silakan mendaftar di Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Otomotif. Kita masih bisa menerima dan masih ada ruang untuk Gratispol,” tegasnya.
Berdasarkan data penerimaan sementara, kampus telah menerima 281 mahasiswa baru. Rinciannya, 217 mahasiswa tercatat di Prodi PKO, 40 mahasiswa di Pendidikan Ekonomi, dan 24 mahasiswa lainnya di Pendidikan Otomotif. Artinya, masih ada puluhan kursi kosong yang bisa dimanfaatkan.
Dokumen Lengkap, Langsung Diterima
Proses pendaftaran yang ditawarkan terbilang cepat. Abdul Rozak menyebut calon mahasiswa cukup datang langsung ke kampus dengan membawa kelengkapan dokumen. Pihak kampus akan memeriksa berkas tersebut di tempat sebelum memutuskan penerimaan.
“Kalau dokumennya lengkap, nanti kita cek dan bisa langsung diterima. Untuk yang memenuhi persyaratan Gratispol, saya jamin tetap mendapatkan Gratispol kalau masuk Pendidikan Ekonomi atau Pendidikan Otomotif,” pungkasnya.
Dengan masih dibukanya pendaftaran hingga akhir September, program ini menjadi alternatif konkret bagi calon mahasiswa yang terkendala biaya, sekaligus solusi untuk mengisi kursi kosong di dua prodi yang tersedia.