SAMARINDA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mulawarman bersama Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kaltim menggelar pelatihan technopreneurship berbasis cempedak di Jalan Lubuk Sawa, Sungai Pinang, Kota Samarinda, Sabtu (11/6/2026). Kegiatan ini diikuti para guru dan orang tua siswa dengan fokus pada pengembangan pembelajaran kewirausahaan yang memanfaatkan potensi pangan lokal.
Ketua Tim PKM Universitas Mulawarman, Hepy Tri Winarti, menilai cempedak memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan di Kalimantan Timur.
"Cempedak merupakan komoditas khas Kalimantan yang berpotensi menjadi produk bernilai tambah," ujarnya.
Kolaborasi Sekolah dan Keluarga untuk Kemandirian Ekonomi
Program ini tidak hanya menyasar peningkatan pengetahuan peserta. Pendekatan yang ditawarkan justru mendorong kolaborasi aktif antara sekolah dan keluarga untuk membangun budaya kewirausahaan sejak dini.
Para guru diarahkan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Sementara itu, orang tua dibekali keterampilan praktis untuk menciptakan peluang usaha dari potensi lokal yang ada di sekitar mereka.
"Guru dan orang tua dapat bersama-sama mengembangkan potensi lokal menjadi peluang usaha berkelanjutan," kata Hepy.
Konsep Technopreneurship: Memadukan Pangan Lokal dan Teknologi Digital
Konsep yang diusung dalam pelatihan ini memadukan pemanfaatan pangan lokal dengan teknologi digital. Tujuannya untuk memperkuat keterampilan kewirausahaan di lingkungan sekolah sekaligus menanamkan pemahaman bahwa sumber daya alam sekitar bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kaltim, Supriyanto, mengapresiasi inisiatif tim pengabdian dari Universitas Mulawarman ini. Menurutnya, pengembangan keterampilan yang berbasis potensi lokal sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
"Pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini," ungkapnya.
Target Program: Lahirkan Pembelajaran Inovatif dan Keterampilan Hidup
Tim PKM berharap para peserta memahami tujuan dan manfaat dari setiap tahapan pengembangan technopreneurship berbasis cempedak. Peserta juga didorong untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif dengan dukungan semua pihak terkait.
Dari program ini, diharapkan lahir pembelajaran kewirausahaan yang inovatif sekaligus mampu meningkatkan keterampilan hidup (life skill) para peserta.
Pemanfaatan cempedak juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah. Inisiatif ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui kontrak program.