Pencarian

Windows 11 Makin Ngebut, Tapi Aplikasi Bawaan Microsoft Masih Lemot

Selasa, 25 Agustus 2026 • 01:26:01 WIB
Windows 11 Makin Ngebut, Tapi Aplikasi Bawaan Microsoft Masih Lemot
Microsoft menguji menu konteks baru dan pembaruan dialog AutoPlay pada Windows 11 untuk meningkatkan responsivitas sistem.

KALIMANTAN TIMUR — Pekan ini, Microsoft kembali menunjukkan komitmennya merombak Windows 11 dengan menguji menu konteks baru untuk Windows Insiders dan memperbarui dialog AutoPlay yang sudah berusia belasan tahun. Inisiatif bernama Windows K2 ini bahkan sempat memicu pertanyaan apakah langkah berikutnya adalah melompat ke Windows 12. Namun, percepatan sistem operasi saja tidak cukup jika aplikasi yang dijalankan di atasnya masih tersendat.

Akar Masalah: Ketergantungan pada Web Apps

Microsoft Teams dan Outlook sudah beberapa kali diklaim "dibangun ulang dari nol" atau "disegarkan dengan fokus pada performa". Faktanya, keluhan soal waktu muat yang lama masih terus bermunculan. Keputusan Microsoft untuk mengadopsi teknologi web secara penuh menjadi biang keladi utama yang belum juga dikoreksi.

Rudy Huyn, pengembang Windows ternama yang pernah berkontribusi di Microsoft Store, kini dipercaya membentuk tim khusus untuk meningkatkan kualitas aplikasi bawaan. Tim tersebut masih dalam tahap awal, sehingga hasil kerjanya belum bisa dievaluasi. Pertanyaan besarnya, seberapa luas cakupan tim ini?

Cakupan Tim Baru Masih Jadi Tanda Tanya

Jika fokus tim Huyn hanya pada aplikasi in-box seperti Photos dan OneDrive, maka aplikasi paling krusial seperti Teams dan Outlook berisiko tetap tertinggal. Kedua aplikasi itu bahkan berada di divisi berbeda dari tim Huyn, sehingga koordinasi perbaikan bisa berjalan lambat. Pengguna yang log in ke Windows 11 versi tercepat sekalipun tetap akan kecewa jika Teams butuh waktu lama untuk sekadar membuka jendela chat.

Masalahnya bukan sekadar merekrut developer berbakat, melainkan arah pengembangan yang dipilih Microsoft. Tim Huyn memang berfokus pada aplikasi native, tetapi belum jelas berapa banyak aplikasi yang masuk dalam pengawasannya. Tanpa keputusan tegas untuk meninggalkan pendekatan web apps, perbaikan yang dilakukan hanya akan menjadi tambalan sementara.

Dampak Nyata bagi Pengguna Windows 11

Bagi pengguna harian, aplikasi yang lambat bukan sekadar gangguan kecil. Setiap detik yang terbuang saat menunggu Outlook memuat email atau Teams menyambungkan panggilan adalah penurunan produktivitas yang nyata. Pengalaman ini kontras dengan upaya Microsoft yang sudah berhasil membuat sistem operasi terasa lebih responsif.

Alih-alih merasakan kecepatan Windows 11 yang baru, pengguna justru akan mengingat momen ketika aplikasi bawaan macet di tengah pekerjaan. Microsoft perlu memberi contoh dengan menghadirkan aplikasi terbaiknya sendiri sebelum meminta developer pihak ketiga berinvestasi di ekosistem Windows.

Catatan: Penawaran Bundel Microsoft 365

Di tengah pembahasan performa aplikasi, ada penawaran menarik untuk pengguna produktivitas. Bundel Microsoft 365 Personal setahun dengan langganan NordVPN Basic dijual seharga US$ 61,99 (sekitar Rp 1,02 juta), turun dari harga normal US$ 149,98. Paket Family untuk enam pengguna juga diskon menjadi US$ 84,99 (sekitar Rp 1,4 juta) dari sebelumnya US$ 179,98.

Setiap pengguna dalam paket Family mendapat akses penuh ke Word, PowerPoint, Excel, plus penyimpanan OneDrive 1 TB. Nilai tambahan dari langganan NordVPN Basic yang seharga US$ 49,99 menjadikan bundel ini lebih murah dibanding membeli Microsoft 365 secara terpisah.

Perbaikan Windows 11 yang sedang berjalan memang patut diapresiasi, tetapi Microsoft harus segera menyelesaikan paradoks aplikasi lambat di sistem operasi cepat. Jika tidak, semua kerja keras merombak UI akan sia-sia saat pengguna membuka aplikasi pertama mereka.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks