Pencarian

CTO Microsoft Mark Russinovich Berhasil Jalankan DOOM di Microsoft Paint, Begini Hasilnya

Rabu, 05 Agustus 2026 • 03:02:31 WIB
CTO Microsoft Mark Russinovich Berhasil Jalankan DOOM di Microsoft Paint, Begini Hasilnya
CTO Microsoft Mark Russinovich mendemonstrasikan permainan DOOM yang berjalan di aplikasi Microsoft Paint sebagai layar monitor.

KALIMANTAN TIMUR — Fenomena menjalankan DOOM di perangkat tak lazim kembali mencatat rekor baru. Mark Russinovich, CTO dan Technical Fellow Microsoft Azure, membuktikan bahwa game legendaris id Software tersebut bisa "dimainkan" di dalam Microsoft Paint. Aplikasi bawaan Windows yang selama ini dikenal sebagai editor gambar sederhana itu kini menjelma menjadi layar monitor untuk game berdarah-darah.

Dalam dokumentasi proyek DoomPaint di GitHub, Russinovich menjelaskan bahwa setiap frame permainan ditempelkan ke kanvas Paint sebagai sebuah dokumen edit yang sah. Dengan kata lain, Paint hanya berperan sebagai layar, bukan mesin yang menjalankan logika game.

"Paint renders the game but does not compute it. Paint computes nothing. Paint has never computed anything. That's the joke," tulis Russinovich, menegaskan bahwa ini adalah lelucon teknis yang serius.

Bagaimana DoomPaint Bekerja?

Proyek ini memanfaatkan Python sebagai bahasa pemrograman utama. Setiap frame game yang dihasilkan mesin DOOM disalin ke clipboard Windows, lalu ditempelkan berurutan ke kanvas Paint. Proses ini berjalan berulang kali sehingga menciptakan ilusi gerakan, meskipun dengan performa yang jauh dari mulus.

Russinovich mengakui bahwa tingkat performa bervariasi, mulai dari cukup lancar hingga sangat lambat. Ia menyebutnya sebagai "spreadsheet-tier framerate" yang justru menjadi daya tarik tersendiri dari proyek ini.

Fitur yang Tersedia

Meskipun terkesan sederhana, DoomPaint tidak sekadar menampilkan visual game. Proyek ini juga mendukung output suara dan musik, sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi awal banyak orang terhadap Paint sebagai media renderer.

Yang menarik, proyek ini juga disebut melibatkan kontribusi dari asisten AI, yakni Anthropic's Claude dan Microsoft's GitHub Copilot. Russinovich menyebutnya sebagai proyek "vibe-coded", istilah untuk pengembangan perangkat lunak yang banyak mengandalkan bantuan AI generatif.

Cara Mencoba DoomPaint

Bagi pengguna yang penasaran, proyek ini memerlukan instalasi Python untuk menjalankannya. Selain itu, pengguna perlu memiliki file ".WAD" DOOM yang legal untuk memainkan seluruh level dan senjata secara lengkap. Alternatifnya, pengguna bisa menonton video demonstrasi yang sudah tersedia di kanal resmi.

Perlu dicatat bahwa meski bisa dimainkan, DoomPaint bukanlah cara yang direkomendasikan untuk menyelesaikan seluruh permainan. Proyek ini lebih tepat dilihat sebagai eksperimen teknis yang menarik, terutama bagi penggemar retro gaming dan pengamat tren teknologi.

Bagi pengguna di Indonesia yang ingin mencoba, proyek ini bisa diakses melalui repositori GitHub publik. Namun, perlu kesabaran ekstra karena performa yang dihasilkan memang jauh dari standar source port modern seperti GZDoom yang umum digunakan para penggemar DOOM saat ini.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks