SAMARINDA — Sebanyak 207 titik panas (hotspot) terpantau menyebar di delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur pada periode 1–2 Agustus 2026. Data pemantauan satelit NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS menunjukkan konsentrasi tertinggi berada di wilayah timur dan kawasan pedalaman provinsi ini.
Kabupaten Kutai Timur menyumbang 71 titik atau sekitar 34 persen dari total temuan. Disusul Kabupaten Berau dengan 41 titik, Mahakam Ulu 35 titik, dan Kutai Kartanegara 30 titik. Wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan masing-masing hanya tercatat dua titik.
Desa Teluk Semanting Jadi Titik Terpadat, 21 Hotspot Terkonsentrasi di Pulau Derawan
Konsentrasi titik panas paling padat berada di Desa Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, dengan 21 titik terdeteksi. Pemusatan serupa juga terpantau di Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, serta Desa Delang Kerohong, Kecamatan Long Pahangai, Mahakam Ulu, yang masing-masing mencatatkan 11 titik.
Desa Long Pakaq Baru di Mahakam Ulu dan Desa Sepaso Selatan di Kutai Timur juga menjadi perhatian karena masing-masing memiliki 10 dan sembilan titik panas. Sebagian besar temuan muncul serentak pada Sabtu (1/8) dengan jumlah 170 titik, sementara 37 titik lainnya baru terdeteksi pada Minggu dini hari (2/8).
Dua Lokasi Berstatus High Confidence: Kutai Barat dan Paser Perlu Pengawasan Ekstra
Dari total temuan, 200 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium confidence). Namun petugas diminta mewaspadai dua lokasi dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang terekam Satelit NASA-MODIS pada Sabtu malam: Desa Penawai, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, serta Desa Samuranggau, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser.
Tingkat kepercayaan tinggi menandakan indikasi kebakaran atau pembukaan lahan yang lebih kuat dibanding lokasi lain. Dua titik ini menjadi prioritas verifikasi lapangan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Pembukaan Lahan Jadi Dugaan Utama, Wilayah Pedalaman Paling Rentan
Analisis tingkat kepercayaan sedang pada mayoritas titik panas menunjukkan adanya indikasi kuat aktivitas pembukaan lahan. Pola sebaran yang mendominasi wilayah timur dan pedalaman—seperti Mahakam Ulu yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Utara—memperkuat dugaan tersebut, mengingat kawasan ini merupakan area konsesi perkebunan dan pertambangan.
Sementara itu, wilayah pesisir dan perkotaan relatif aman. Kota Bontang dan Penajam Paser Utara masing-masing hanya terdeteksi satu titik panas, sementara Paser dan Kutai Barat menyumbang 13 dan 11 titik.
Data SiPongi ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan patroli terpadu, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi. Masyarakat yang beraktivitas di lahan gambut dan semak juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi api cepat meluas di musim kemarau.