KALIMANTAN TIMUR — Kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu menjadi respons langsung atas kegagalan Los Blancos di Liga Spanyol musim lalu. Kekalahan 0-2 dari Barcelona pada pekan ke-35, 11 Mei lalu, memupus harapan juara dan membuat rival abadi mereka memastikan gelar lebih awal.
Kegagalan di Bawah Arbeloa Jadi Pemicu
Hasil buruk itu memaksa manajemen mengambil langkah drastis. Pelatih interim Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya menggantikan Xabi Alonso, dipastikan tidak akan masuk dalam daftar staf pelatih musim depan. Alonso sendiri tak bertahan lama di kursi pelatih, meninggalkan kekosongan yang coba diisi Arbeloa namun berujung nirgelar.
"Dewan Direksi Real Madrid yang mengadakan pertemuan hari ini, Kamis, 11 Juni, dan dipimpin oleh Florentino Perez, telah menyetujui penunjukan Jose Mourinho sebagai pelatih kepala tim utama untuk tiga musim berikutnya, hingga 30 Juni 2029," tulis pernyataan resmi klub.
Mourinho Bukan Wajah Baru di Bernabeu
Ini bukan kali pertama pelatih asal Portugal itu menangani Madrid. Sebelumnya, Mourinho pernah memimpin Los Blancos pada 2010-2013, era di mana skuad dihuni deretan bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale. Pengalaman itu diyakini menjadi pertimbangan utama Perez untuk kembali memercayakan kursi pelatih kepadanya.
Penunjukan ini juga menandai perubahan arah klub setelah musim yang mengecewakan. Dengan kontrak hingga 2029, Mourinho diberi waktu untuk membangun kembali tim yang kompetitif, terutama untuk mengembalikan dominasi di kompetisi domestik yang direbut Barcelona musim lalu.
Jadwal Pramusim dan Target Awal
Mourinho akan mulai bekerja pada 13 Juli, saat pemain kembali berlatih untuk persiapan musim 2026/2027. Real Madrid dijadwalkan menjalani serangkaian laga uji coba pramusim, meski lawan dan lokasi pertandingan belum diumumkan secara resmi.
Target utama yang menanti Mourinho adalah mengembalikan kepercayaan diri skuad setelah kegagalan di Liga Spanyol, serta membangun strategi yang efektif untuk menghadapi persaingan di ajang domestik dan Eropa. Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Real Madrid tidak ingin terlena dan siap bangkit musim depan.