BALIKPAPAN — Pelepasan tukik itu dihadiri langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, komunitas lingkungan, dan media massa. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata pelestarian ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati di Teluk Balikpapan.
Harapan Besar dari Tukik Kecil
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menekankan nilai ekologis Pantai DEB sebagai salah satu lokasi peneluran penyu di kota tersebut. Menurutnya, kawasan ini harus dijaga bersama.
“Tukik yang kita lepaskan hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi membawa harapan besar bagi masa depan ekosistem laut kita. Konservasi harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Rahmad.
Hasil Penetasan dari Kawasan Konservasi
Ketua JMSI Balikpapan David Purba menjelaskan, 80 tukik tersebut merupakan hasil penetasan dari telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjaga populasi penyu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlindungan habitat satwa laut yang dilindungi.
Menurut David, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Komitmen ESG PLN di Wilayah Pesisir
Partisipasi PLN UID Kaltimra dalam pelepasan tukik merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan secara berkelanjutan. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar seremoni.
“Pelepasan tukik penyu lekang ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berbagai pihak,” tutup Chaliq.
PLN berharap upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut dapat terus diperkuat melalui kolaborasi bersama pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat. Keberadaan penyu dan biota laut lainnya diharapkan tetap terjaga bagi generasi mendatang.