BONTANG — Dinas Kesehatan Kota Bontang saat ini memprioritaskan pengurusan dokumen perizinan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi dan memenuhi syarat mengikuti mini kompetisi yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Kepala Dinkes Bontang menyebutkan, proses perizinan menjadi tahapan krusial yang harus dituntaskan sebelum tenggat waktu. Pemerintah Kota telah menyiapkan anggaran Rp 11 miliar untuk mendukung pembangunan dan operasional Labkesda.
Target Juni 2026: Mini Kompetisi Jadi Tolok Ukur Kesiapan
Mini kompetisi yang dimaksud menjadi ajang uji coba sekaligus standarisasi bagi laboratorium kesehatan daerah. Dengan mengikuti ajang tersebut, Labkesda Bontang diharapkan bisa mendapatkan pengakuan dan akreditasi yang diperlukan.
“Proses perizinan sedang kami kejar. Semua dokumen harus lengkap agar Labkesda bisa beroperasi sesuai jadwal,” ujar Kepala Dinkes Bontang dalam keterangannya.
Anggaran Rp 11 Miliar: Investasi untuk Pelayanan Kesehatan Warga
Alokasi dana sebesar Rp 11 miliar tersebut akan digunakan untuk pengadaan alat, renovasi gedung, serta kebutuhan operasional awal. Keberadaan Labkesda diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bontang.
- Fakta Singkat:
- Target operasional Labkesda: sebelum Juni 2026.
- Anggaran yang disiapkan Pemkot Bontang: Rp 11 miliar.
- Tujuan utama: mengikuti mini kompetisi dan meraih akreditasi.
Dampak bagi Warga: Layanan Laboratorium Lebih Cepat dan Terjangkau
Dengan beroperasinya Labkesda, warga Bontang tidak perlu lagi merujuk sampel pemeriksaan ke luar kota. Ini memangkas waktu tunggu hasil laboratorium dan menekan biaya transportasi.
Dinkes Bontang menargetkan seluruh proses perizinan rampung dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, fokus akan beralih ke persiapan teknis dan sumber daya manusia untuk menghadapi mini kompetisi Juni 2026.