NUSANTARA — Pemerintah tidak hanya membangun gedung di kawasan inti IKN. Kini giliran wilayah penyangga di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang mendapat perhatian melalui program penataan drainase seluas 219,76 hektare.
Program ini mencakup Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya. Otorita IKN menggelar rembuk warga di GOR Desa Sukaraja pada Selasa (19/5) untuk menggali aspirasi sekaligus memperkuat partisipasi penduduk lokal dalam perencanaan infrastruktur.
Dana APBN, Pengerjaan oleh Warga Setempat
Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, menegaskan bahwa pembangunan di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan mengedepankan model pemberdayaan. “Nantinya masyarakat yang akan melakukan pemeliharaannya. Dana kegiatan berasal dari APBN dan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa pungutan,” ujarnya di Kecamatan Sepaku, dikutip dari situs resmi ikn.go.id.
Program ini rencananya mulai berjalan pada Juni 2026. Empat kelompok masyarakat akan dikoordinasikan untuk memastikan keberlanjutan proyek. Agus menambahkan, kawasan yang akan ditata meliputi Desa Sepaku dan Sukaraja.
Genangan Jadi Keluhan Utama Warga Sukaraja
Kepala Desa Sukaraja, Sugianto, menyambut positif rencana tersebut. Ia mengingatkan bahwa tanpa keterlibatan warga, program sebaik apapun tidak akan berjalan maksimal. “Di desa kami, saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran pembuangan yang bermasalah,” ungkapnya di lokasi acara.
Sugianto berharap seluruh pihak dapat bekerja sama demi kepentingan bersama. Menurutnya, saluran air yang tertata rapi akan meminimalkan genangan yang kerap mengganggu aktivitas harian warga saat curah hujan tinggi melanda wilayah Penajam Paser Utara.
Drone Digunakan untuk Pemetaan Saluran Air
Otorita IKN menggunakan teknologi drone untuk memetakan kondisi topografi dan titik-titik rawan genangan. Langkah ini diambil agar pembangunan saluran air bisa tepat sasaran dan menjadi solusi jangka panjang.
Infrastruktur baru ini dihadirkan tidak hanya untuk mengendalikan banjir, tetapi juga mendongkrak kualitas lingkungan agar lebih estetis dan berkelanjutan. Kawasan hunian di sekitar IKN ditargetkan menjadi lebih rapi, sehat, dan bebas dari ancaman banjir.
Program penataan drainase ini merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN untuk mendengarkan langsung suara masyarakat setempat. Pembangunan di Ibu Kota Nusantara tidak hanya fokus pada gedung pemerintahan, tetapi juga menyasar wilayah penyangga di sekitarnya.