BONTANG — Dua kawasan industri di Kota Bontang resmi dipasarkan sebagai daya tarik utama investasi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menyebutkan kawasan tersebut adalah Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari.
Lahan 214 Hektare dan Infrastruktur Terintegrasi
KIE saat ini tumbuh pesat di atas lahan seluas 214,09 hektare. Kawasan ini dilengkapi infrastruktur dasar yang terintegrasi penuh, mulai dari akses langsung ke pelabuhan hingga kedekatan dengan industri petrokimia, energi, dan manufaktur eksisting.
Aktivitas bisnis di KIE mencakup pengembangan industrial estate, produksi ready mix concrete, properti dan perdagangan, hingga proyek engineering, procurement, and construction (EPC).
Fleksibilitas dan Kedekatan dengan IKN Jadi Nilai Jual
“Keluwesan sektor usaha ini membuat KIE sangat fleksibel untuk menampung berbagai jenis industri baru,” ujar Aspian Nur, Kamis (21/5/2026).
Posisi Bontang yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi nilai tambah tersendiri. Kawasan ini dianggap strategis sebagai pintu masuk logistik dan pusat pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia Timur.
Dua Kawasan, Satu Target: Menggaet Investor Global
Kedua kawasan—KIE dan Bontang Lestari—dirancang untuk menjadi pusat hilirisasi dan investasi. Pemerintah Kota Bontang menyiapkan keduanya secara matang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Bontang selama ini dikenal sebagai kota industri dengan barisan perusahaan skala besar. Dengan tambahan dua kawasan ini, kota tersebut berharap memperkokoh posisinya sebagai episentrum investasi di wilayah timur Indonesia.