SANGATTA — Porprov Kaltim edisi 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Kutai Timur. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Kutim mengoleksi 124 medali, tertinggal 50 medali dari peringkat ketiga. Selisih itu coba dikejar dengan pembinaan atlet yang lebih terstruktur.
Target Naik ke Podium, Bukan Sekadar Partisipasi
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa seluruh kontingen memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengejar target yang sudah ditetapkan. "Kita harus memiliki semangat yang sama untuk mencapai target yang sudah ditetapkan," ujarnya di Sangatta, Selasa (19/5/2026).
Mahyunadi didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Basuki Isnawan dan Ketua KONI Kutim Rudi Hartono saat menyampaikan arahan tersebut. Target masuk tiga besar dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim dinilai realistis jika persiapan berjalan maksimal.
Regulasi Baru: Batas Usia Maksimal 30 Tahun Jadi Momentum Regenerasi
Salah satu tantangan terbesar di Porprov kali ini adalah perubahan regulasi batas usia atlet, yakni maksimal 30 tahun. Namun, Pemkab Kutim melihat ini sebagai peluang, bukan hambatan.
Menurut Mahyunadi, pembatasan usia justru menjadi momentum untuk mendorong regenerasi atlet. Sejumlah atlet muda potensial telah dipersiapkan melalui pembinaan berjenjang, termasuk pemusatan latihan (training center) intensif serta uji coba di berbagai kejuaraan.
"Dengan komposisi atlet yang lebih segar dan kompetitif, diharapkan mampu memberikan energi baru bagi kontingen Kutai Timur dalam menghadapi persaingan," jelasnya.
Bonus Atlet Sudah Disiapkan, Pembinaan Tak Berhenti di Porprov
Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada persiapan teknis. Anggaran untuk bonus para peraih medali sudah dialokasikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Mahyunadi memastikan hal ini menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk tampil maksimal.
Ia menegaskan bahwa komitmen pemda tidak sebatas pemberian bonus, tetapi juga keberlanjutan pembinaan atlet ke depan. "Prestasi olahraga di Kutai Timur harus terus meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu," tegasnya.
Kabupaten Kutai Timur yang beribu kota di Sangatta ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Dengan jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester II 2025), daerah ini terus berbenah di sektor olahraga untuk bersaing di level provinsi.