SAMARINDA — Ekosistem ekonomi desa di Kalimantan Timur mulai diperkuat lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari target 450 gerai yang harus rampung pada Juli 2026, realisasi di lapangan baru mencapai 61 unit yang sudah beroperasi hingga pertengahan Mei lalu.
“Pemprov Kaltim menargetkan total 450 gerai KDKMP dapat rampung dan beroperasi penuh pada akhir Juli 2026 mendatang,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Senin (18/5).
Bukan Sekadar Toko, Tapi Penghubung Ekonomi Desa
KDKMP dirancang bukan hanya sebagai tempat jual beli. Dalam skema yang disiapkan, koperasi ini menjadi simpul yang menghubungkan pemasok dengan pembeli di tingkat kelurahan dan desa. Warga setempat diintegrasikan sebagai pelaku usaha lokal, bukan sekadar konsumen.
“Dengan hadirnya gerai KDKMP, diharapkan pertumbuhan ekonomi desa semakin bergerak. Nantinya ada supplier dan pembeli yang saling terhubung melalui koperasi ini,” kata Sri Wahyuni saat meresmikan gerai KDKMP Kelurahan Harapan Baru di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda.
Peresmian di Samarinda itu berbarengan dengan peluncuran operasional 1.061 KDKMP secara serentak di seluruh Indonesia. Lokasi tepatnya berada di RT 001, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Manajer Sedang Direkrut, Pengurus Sudah Bertugas
Selain menyiapkan bangunan fisik, Pemprov Kaltim juga bergerak di sisi sumber daya manusia. Proses rekrutmen manajer untuk masing-masing unit usaha masih berlangsung. Posisi ini sengaja dibedakan dari pengurus koperasi.
Sri Wahyuni menjelaskan, pengurus bertugas dalam kebijakan dan pengawasan. Sementara manajer fokus pada operasional harian dan strategi pengembangan usaha. Pemisahan peran ini diyakini membuat pengelolaan lebih profesional.
Sudah Punya 202 Anggota, Sembako dan Elpiji Jadi Andalan
Di tingkat lokal, Ketua KDKMP Cipto Mangunkusumo Samarinda, Daryono, menyebut proses perizinan sudah rampung. Koperasi itu saat ini telah memiliki 202 anggota. Aktivitas usaha akan berfokus pada kebutuhan pokok, termasuk distribusi sembako dan tabung gas elpiji.
Perum Bulog disebut telah siap menjadi pemasok bahan pangan. Namun untuk distribusi elpiji, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Pertamina Patra Niaga.