Pencarian

Longsor di Jalan Syarifudin Yoes Balikpapan, Dishub Berlakukan Pengalihan Arus untuk Kendaraan Berat dan Ringan

Rabu, 13 Mei 2026 • 20:46:07 WIB
Longsor di Jalan Syarifudin Yoes Balikpapan, Dishub Berlakukan Pengalihan Arus untuk Kendaraan Berat dan Ringan
Petugas Dishub Balikpapan mengatur pengalihan arus akibat longsor di Jalan Syarifudin Yoes.

BALIKPAPAN — Rekayasa lalu lintas ini berlaku sementara selama proses perbaikan jalan berlangsung. Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, menegaskan langkah ini diambil demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pengerjaan di titik longsor.

“Pengalihan arus ini dilakukan sementara selama proses perbaikan berlangsung. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar area pekerjaan,” ujar Fadli, Rabu (13/5/2026).

Dua Titik Arah Diberlakukan, Rute Berbeda untuk Golongan R6

Kendaraan golongan R6 dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) di atas 6 ton dari arah bandara dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu, kendaraan kecil seperti roda dua dan roda empat memiliki beberapa pilihan jalur alternatif.

Dari arah bandara, kendaraan ringan bisa melalui Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, atau Jalan Asnawi Arbain (BJBJ) menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau. Jalur lainnya adalah Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan MT Haryono, serta Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.

Pengendara dari WIKA Juga Kena Dampak, Petugas Diterjunkan

Pengalihan serupa berlaku bagi kendaraan dari arah WIKA. Untuk golongan R6 di atas 6 ton, arus tetap dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman. Adapun kendaraan kecil dari arah WIKA diarahkan melalui Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono.

Dishub Balikpapan telah menempatkan petugas di sejumlah titik strategis untuk membantu pengaturan arus dan memberikan arahan langsung kepada pengendara. Fadli mengimbau masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kami minta pengguna jalan mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan agar tidak terjadi kepadatan,” ujarnya.

Volume Kendaraan di Jalur Alternatif Diprediksi Meningkat

Peningkatan volume kendaraan di ruas jalan alternatif diperkirakan terjadi selama pekerjaan berlangsung. Masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan agar aktivitas tetap lancar. Dishub memastikan pengaturan lalu lintas akan terus dievaluasi sesuai perkembangan perbaikan di lokasi longsor.

“Kalau pekerjaan selesai dan kondisi jalan sudah aman dilalui, arus lalu lintas akan kembali normal,” tutur Fadli.

Bagikan
Sumber: gerbangkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks