Pencarian

Dolar AS Kian Mendekati Rp 17.500, Rupiah Tertekan di Pembukaan Perdagangan

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:31 WIB
Dolar AS Kian Mendekati Rp 17.500, Rupiah Tertekan di Pembukaan Perdagangan
Dolar AS menguat tajam, rupiah melemah di pembukaan perdagangan hari ini.

KALIMANTAN TIMUR — Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, dolar AS melesat 0,42% dalam sekejap terhadap rupiah. Tekanan ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di kawasan Asia, greenback juga perkasa terhadap hampir seluruh mata uang utama, kecuali yuan China yang masih mampu bertahan tipis.

Dolar Menggilas Mata Uang Asia, Ringgit dan Baht Ikut Jeblok

Kekuatan dolar AS pagi ini nyaris tak terbendung. Terhadap dolar Australia, greenback menguat 0,22%. Euro pun tak berdaya, terkoreksi 0,07%. Dolar Singapura melemah 0,17%, sementara yen Jepang terdepresiasi 0,24%.

Yang paling terpukul adalah mata uang ASEAN. Baht Thailand ambles 0,29% dan ringgit Malaysia turun 0,21%. Hanya yuan China yang mencatatkan penguatan tipis 0,02% terhadap dolar AS—menjadi satu-satunya titik hijau di tengah lautan merah pasar valuta asing Asia.

Sentimen Global Masih Membebani Rupiah

Pelemahan rupiah ke zona Rp 17.400-an ini merupakan kelanjutan tren pekan lalu. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter global yang membuat dolar AS kembali diincar sebagai aset safe haven. Tekanan eksternal ini membuat rupiah terus terpuruk meski Bank Indonesia telah menggelontorkan berbagai instrumen stabilisasi.

Bagi importir dan perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS, pergerakan ini jelas mengerek biaya. Sementara di sisi lain, eksportir bisa menikmati keuntungan kurs yang lebih besar saat mengonversi penerimaan mereka ke rupiah.

Level Psikologis Rp 17.500 Diuji

Pasar kini menunggu langkah selanjutnya dari otoritas moneter. Level Rp 17.500 menjadi garis pertahanan psikologis yang jika ditembus, bisa memicu aksi jual lebih lanjut. Sepanjang pagi ini, rupiah masih berusaha bertahan di bawah angka tersebut, namun tekanan jual terhadap mata uang emerging market belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar secara real-time, terutama bagi mereka yang memiliki eksposur terhadap instrumen berdenominasi dolar AS. Volatilitas diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa sesi ke depan.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks