Pencarian

1.500 Pelari Jajal Rute IKN, Buktikan Kesiapan Infrastruktur Ibu Kota Baru di Sepaku

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:00:41 WIB
1.500 Pelari Jajal Rute IKN, Buktikan Kesiapan Infrastruktur Ibu Kota Baru di Sepaku
Ribuan pelari mengikuti Half Marathon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Sepaku.

PENAJAM PASER UTARA — Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi arena olahraga massal berskala nasional dan mancanegara. Sebanyak 1.500 pelari tercatat melintasi aspal mulus di jantung ibu kota baru Indonesia tersebut dalam ajang Half Marathon Run pada Minggu.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Swisshôtel Nusantara dengan Otorita IKN. Panitia membuka tiga kategori lomba, yakni lari jarak 5K, 10K, dan 21K, yang semuanya mengambil titik lintasan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lintasi Istana Negara dan Training Center PSSI

Para peserta memulai perlombaan dari Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Rute yang disuguhkan mencakup sejumlah titik strategis pembangunan nasional, mulai dari Kantor Otorita IKN, Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes), hingga kompleks hunian aparatur sipil negara (ASN) 1.

Pelari juga melintasi area rumah sakit swasta seperti RS Abdi Waluyo dan RS Mayapada. Jalur maraton ini bahkan melewati Training Center Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan area ikonik Istana Negara sebelum berakhir kembali di Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

Akses jalan yang dilalui para pelari menandai tersambungnya konektivitas di wilayah KIPP 1B dan 1C. Infrastruktur yang terus berkembang ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang aktif bagi masyarakat yang nantinya menetap di IKN.

Otorita IKN: Ruang Publik Mulai Hidup

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di KIPP bertujuan untuk memperlihatkan progres nyata di lapangan. Menurutnya, IKN didesain bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan kota yang mendukung kualitas hidup sehat.

"Maraton diadakan untuk lebih menghidupkan ruang publik dan memperlihatkan kesiapan infrastruktur ibu kota baru Indonesia," ujar Agung Indrajit di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu.

Agung menekankan bahwa ketersediaan jalur lari yang memadai merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi IKN sebagai kota masa depan yang layak huni. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat merangsang munculnya komunitas-komunitas baru di ibu kota.

Target Gelar Full Marathon Internasional Tahun Depan

General Manager Swisshôtel Nusantara, Chrestian Pesik, menilai IKN memiliki daya tarik kuat untuk sektor wisata olahraga. Kontur jalan dan suasana lingkungan yang baru menjadi nilai jual bagi para penghobi lari dari berbagai daerah maupun luar negeri.

"IKN memiliki potensi besar menjadi destinasi atau tujuan wisata olahraga (sport tourism)," kata Chrestian Pesik.

Setelah sukses dengan jarak setengah maraton (21 kilometer) tahun ini, pihak penyelenggara sudah membidik target yang lebih besar. Rencananya, ajang lari jarak jauh internasional atau full marathon pertama akan digelar di IKN pada 2025 mendatang.

"Tahun ini diadakan lari jarak jauh dengan jarak setengah dari maraton penuh (half marathon), tahun depan bisa full marathon," ucap Chrestian.

Antusiasme peserta terlihat dari testimoni Aulia Muhammad, salah satu pelari yang menuntaskan jarak 21 kilometer. Ia mengaku tidak merasakan kelelahan yang berarti karena rasa penasaran melihat langsung perkembangan fisik bangunan di IKN terbayar sepanjang lintasan lari.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks