Toyota akhirnya merealisasikan rencana ekspansi produksi Toyota GR Corolla ke luar Jepang. Pabrik Toyota di Burnaston, Derbyshire, Inggris, kini resmi memproduksi mobil performa tinggi tersebut untuk memenuhi tingginya permintaan di pasar Amerika Utara. Sebelumnya, seluruh unit GR Corolla hanya lahir dari tangan teknisi ahli di pabrik Motomachi, Jepang.
Langkah ini tergolong cepat karena unit rakitan Inggris dilaporkan sudah mulai masuk ke jaringan dealer di Amerika Serikat. Kehadiran lini produksi tambahan ini diharapkan menjadi solusi bagi para antusias yang selama ini terjebak dalam daftar tunggu yang sangat panjang. Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit per tahun, Burnaston akan menyokong suplai global secara signifikan.
Standar Presisi Tinggi di Jalur Produksi Khusus
Meski tidak lagi eksklusif diproduksi di Jepang, Toyota menjamin kualitas rakitan Inggris tetap setara dengan standar Motomachi. Toyota GR Corolla tidak dirakit di lini produksi yang sama dengan Corolla standar, melainkan memiliki jalur khusus (dedicated line). Hal ini dilakukan untuk menjaga spesifikasi teknis yang jauh lebih ketat dibandingkan mobil harian.
Perbedaan tingkat presisi ini terlihat dari toleransi penyelarasan (alignment tolerance) saat perakitan. Jika Corolla standar memiliki toleransi sekitar 0,75 derajat, Toyota GR Corolla dipatok pada angka 0,25 derajat. Bahkan, mayoritas unit yang keluar dari jalur produksi diklaim memiliki akurasi hingga 0,05 derajat.
- Waktu pengerjaan: Setiap unit menghabiskan waktu sekitar 21 menit di masing-masing dari 20 stasiun kerja.
- Perbandingan kecepatan: Corolla standar hanya membutuhkan waktu 142 detik di setiap stasiun perakitan.
- Proses manual: Penggunaan jig khusus untuk mengatur geometri suspensi dan pengecekan torsi baut roda dilakukan secara manual.
Identifikasi Lewat Kode VIN Terbaru
Bagi calon pemilik atau kolektor, cara paling mudah untuk membedakan asal produksi mobil ini adalah melalui nomor rangka atau Vehicle Identification Number (VIN). Unit yang diproduksi di pabrik Motomachi, Jepang, tetap menggunakan awalan huruf J. Sementara itu, unit hasil rakitan pabrik Burnaston akan menggunakan awalan huruf S.
Ada fakta unik di balik perpindahan produksi ini. Meski para pekerja di Derbyshire merakit salah satu hot hatch paling diinginkan di dunia, mereka justru tidak bisa membeli mobil tersebut di negara mereka sendiri. Hingga saat ini, Toyota belum memasarkan GR Corolla secara resmi untuk pasar domestik Inggris maupun Eropa secara luas.
Toyota menegaskan bahwa konsumen tidak akan merasakan perbedaan performa maupun kualitas material antara versi Jepang dan Inggris. Fokus utama dari pengalihan ini murni untuk memperpendek waktu pengiriman ke tangan konsumen di Amerika Serikat yang selama ini menjadi pasar terbesar model GR.