Pencarian

Jasa Marga Tambah Saham di TLKJ, Kepemilikan Kini Tembus 21,29 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 • 13:46:01 WIB
Jasa Marga Tambah Saham di TLKJ, Kepemilikan Kini Tembus 21,29 Persen
PT Jasa Marga resmi menambah kepemilikan saham di PT Translingkar Kita Jaya menjadi 21,29 persen pada Mei 2026.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memperkuat posisinya di PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) dengan menambah kepemilikan saham menjadi 21,29 persen pada awal Mei 2026. Aksi korporasi senilai Rp1,12 miliar ini diproyeksikan bakal mempertebal laba yang dapat diatribusikan kepada emiten jalan tol pelat merah tersebut.

Emiten pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, resmi mengeksekusi pembelian 560 lembar saham PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) dari PT Kopnatel Jaya. Transaksi yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 tersebut disepakati dengan harga Rp2 juta per lembar saham.

Corporate Secretary and Chief Administration Officer Jasa Marga, Ari Wibowo, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh prosedur dan persetujuan yang diperlukan untuk merampungkan transaksi ini. Pasca-pembelian, porsi kepemilikan JSMR di TLKJ kini mencapai 232.080 lembar saham.

Strategi Dongkrak Laba Atribusi

Langkah JSMR menambah porsi kepemilikan ini bukan tanpa alasan. Manajemen membidik peningkatan kontribusi laba dari anak usaha tersebut guna memperkuat struktur pendapatan konsolidasi di masa depan. Ari menyebut bahwa peningkatan kepemilikan akan berdampak langsung pada laba yang diatribusikan kepada entitas induk.

TLKJ sendiri merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) yang mengelola ruas tol Cinere-Jagorawi (Cijago). Ruas ini memiliki peran strategis sebagai bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang menghubungkan wilayah Tangerang, Jakarta Selatan, hingga Depok dan Bogor.

Kinerja Keuangan JSMR Kuartal I 2026

Bersamaan dengan aksi korporasi tersebut, Jasa Marga juga merilis laporan keuangan periode tiga bulan pertama tahun 2026. Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan tol yang menyumbang Rp4,7 triliun serta lini bisnis lain sebesar Rp397,6 miliar.

Meski pendapatan tumbuh solid, laba bersih perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp774,7 miliar. Angka ini mengalami sedikit koreksi secara tahunan (year-on-year/yoy) akibat dinamika beban operasional di lapangan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, menjelaskan bahwa penyusutan tipis pada laba bersih disebabkan oleh lonjakan biaya keuangan. Kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari pengoperasian jalan tol baru, khususnya ruas Tol Jogja–Solo yang kini sudah mulai melayani pengguna jalan.

Fundamental Bisnis Tetap Solid

Walaupun laba bersih terkoreksi, indikator kesehatan keuangan lainnya menunjukkan tren positif. EBITDA Jasa Marga terpantau tumbuh 10,7 persen menjadi Rp3,4 triliun dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen.

"Angka ini menunjukkan fundamental bisnis perseroan yang tetap solid dan akuntabel di tengah ekspansi jaringan jalan tol yang terus berjalan," ujar Rivan Purwantono dalam keterangan resminya.

Hingga saat ini, Jasa Marga terus menjaga keseimbangan antara penyelesaian proyek strategis nasional dan optimalisasi aset yang sudah beroperasi. Penambahan saham di TLKJ menjadi bukti nyata bahwa perseroan tetap agresif dalam memperkuat kendali pada ruas-ruas tol yang memiliki potensi trafik tinggi di kawasan penyangga ibu kota.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks