Pencarian

Inflasi Balikpapan dan PPU April 2026 Melandai di Bawah Nasional

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:02:54 WIB
Inflasi Balikpapan dan PPU April 2026 Melandai di Bawah Nasional
Inflasi Balikpapan dan PPU April 2026 melandai di bawah tingkat nasional.

BALIKPAPAN — Laju inflasi di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren penurunan signifikan pada periode April 2026. Normalisasi konsumsi masyarakat setelah momen Idul Fitri menjadi faktor utama yang meredam gejolak harga di dua wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara tersebut.

Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (yoy) Balikpapan berada di angka 2,19 persen, sementara PPU menyentuh 2,10 persen. Capaian ini masih terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen ± 1 persen, sekaligus mencerminkan terjaganya distribusi pasokan pangan strategis di Kalimantan Timur.

Balikpapan Alami Deflasi Dipicu Penurunan Harga Pangan

Secara bulanan, Balikpapan mencatatkan deflasi sebesar 0,05 persen (mtm). Kondisi ini dipicu oleh merosotnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring melimpahnya pasokan di pasar lokal.

Beberapa komoditas utama yang memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, ikan layang, dan cabai rawit. Membaiknya volume produksi di tingkat produsen membuat harga eceran di Balikpapan kembali stabil pasca lonjakan permintaan pada hari besar keagamaan.

Berbeda dengan Balikpapan, Kabupaten PPU masih mengalami inflasi bulanan sebesar 0,33 persen (mtm). Meski demikian, angka ini melambat jauh dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menembus 1,09 persen (mtm).

Mengapa Harga Tomat dan Bawang Merah di PPU Masih Tinggi?

Kenaikan harga di Penajam Paser Utara utamanya didorong oleh komoditas tomat, bawang merah, dan minyak goreng. Faktor cuaca yang tidak menentu di daerah asal pasokan menjadi kendala utama distribusi menuju PPU.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa tren melandai ini membuktikan efektivitas sinergi pengendalian harga di daerah. Pengawasan rantai pasok dinilai berhasil menekan potensi lonjakan harga yang biasanya bertahan lama setelah Lebaran.

“Inflasi di Balikpapan dan Penajam Paser Utara pada April 2026 menunjukkan tren yang semakin melandai dan tetap terkendali. Hal ini mencerminkan kuatnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh anggota TPID dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Robi Ariadi dalam siaran pers, Selasa (5/05/2026).

Waspadai Dampak Musim Kemarau Terhadap Stok Pangan

Meski saat ini terkendali, Bank Indonesia mengingatkan adanya risiko tekanan harga di masa mendatang. Ancaman musim kemarau diprediksi bakal memengaruhi produktivitas lahan pertanian di sejumlah daerah sentra pemasok pangan untuk Kalimantan Timur.

“Kami tetap mewaspadai sejumlah risiko ke depan, terutama potensi dampak musim kemarau terhadap produksi pangan serta pasokan dari daerah sentra. Untuk itu, penguatan kerja sama antar daerah dan program ketahanan pangan akan terus kami dorong,” tambah Robi.

Sebagai langkah mitigasi, TPID akan mengintensifkan operasi pasar dan distribusi bantuan pangan secara tepat sasaran. Program gerakan tanam komoditas strategis juga terus diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, guna memastikan inflasi tetap stabil sepanjang 2026.

Bagikan
Sumber: infobenua.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks