Pencarian

Polsek Muara Bengkal Kawal 2,1 Ton Jagung Petani ke Bulog Samarinda

Minggu, 03 Mei 2026 • 12:20:06 WIB
Polsek Muara Bengkal Kawal 2,1 Ton Jagung Petani ke Bulog Samarinda
Polsek Muara Bengkal mengawal pengiriman 2,1 ton jagung petani ke gudang Bulog Samarinda.

KUTAI TIMUR — Polsek Muara Bengkal mengawal langsung pengiriman 2,1 ton jagung hibrida milik petani asal Desa Benua Baru ke gudang Bulog Samarinda, Kamis (30/4/2026). Langkah ini bertujuan menjamin stabilitas harga dan memastikan serapan hasil panen lokal berjalan tanpa kendala distribusi.

Jagung pipil seberat 2.117 kilogram tersebut merupakan hasil panen Imam Turmudzi dari lahan seluas 3,5 hektare. Penanaman komoditas ini telah dimulai sejak 1 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan sektor pertanian di wilayah Kutai Timur.

Polisi Kawal Distribusi dari Muara Bengkal ke Samarinda

Bhabinkamtibmas Brigpol Fitra Maulana mendampingi seluruh rangkaian proses distribusi. Pendampingan dimulai dari pengurusan kelengkapan administrasi di tingkat desa hingga pengangkutan logistik menuju Samarinda. Hal ini dilakukan guna mencegah hambatan teknis maupun pungutan liar di perjalanan.

Setibanya di gudang Bulog, komoditas tersebut melewati tahapan verifikasi dokumen dan pemeriksaan fisik yang ketat. Petugas melakukan bongkar muat, penimbangan ulang, hingga pengemasan kembali agar sesuai dengan standar penyimpanan nasional.

Serapan Harga Rp6.400 per Kilogram Sesuai Standar Bulog

Transaksi hasil panen ini berjalan lancar dengan skema harga yang menguntungkan petani. Jagung hibrida tersebut diserap Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram. Harga ini dinilai stabil dan mampu melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang seringkali merugikan saat panen raya.

Kualitas jagung yang dikirim juga memenuhi syarat teknis dengan kadar air berada di angka 11,1 persen. Standar kadar air di bawah 14 persen merupakan syarat mutlak agar komoditas layak disimpan dalam jangka panjang sebagai cadangan pangan daerah.

Komitmen Polri Jaga Ekosistem Ketahanan Pangan

Kapolsek Muara Bengkal AKP Rahmat Hartoyo menyatakan bahwa kehadiran personel kepolisian di sektor pertanian adalah instruksi langsung untuk mendukung ketahanan pangan. Polri berperan memberikan kepastian pasar sehingga petani memiliki motivasi lebih untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.

“Pendampingan ini adalah bentuk nyata dukungan kami agar hasil panen petani terserap maksimal dengan harga yang sesuai standar. Kami ingin petani merasa aman, dari tanam hingga jual,” tegas AKP Rahmat Hartoyo, Kamis (30/4/2026).

Sinergi antara petani, Polri, dan Bulog diharapkan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan stok pangan di Kalimantan Timur. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting agar roda ekonomi di sektor riil tetap bergerak optimal di tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Bagikan
Sumber: globalexposetv.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks