BALIKPAPAN — Komisi IV DPRD Balikpapan mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang mengucurkan bantuan revitalisasi untuk sejumlah sekolah di wilayahnya. Namun, Ketua Komisi IV Gasali menegaskan bahwa perbaikan fisik bangunan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan guru yang masih timpang.
Menurut Gasali, banyak sekolah di Balikpapan yang masih beroperasi dengan jumlah tenaga pendidik yang minim, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi ini membuat beban kerja guru yang ada menjadi sangat berat dan berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah. Tapi, jangan sampai gedungnya bagus, tetapi gurunya kekurangan. Ini masalah yang harus segera dicarikan solusi oleh Kemendikdasmen," ujar Gasali dalam keterangannya, baru-baru ini.
DPRD Balikpapan menilai bahwa program revitalisasi sekolah yang berjalan saat ini memang penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Namun, tanpa ketersediaan guru yang memadai, investasi besar pada infrastruktur bisa menjadi kurang optimal.
Gasali mendorong agar pemerintah pusat melakukan pemetaan ulang kebutuhan guru di setiap daerah, termasuk Balikpapan. Ia meminta agar alokasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau pengangkatan guru baru diprioritaskan untuk mengisi kekosongan yang ada.
Hingga saat ini, DPRD Balikpapan masih menunggu respons resmi dari Kemendikdasmen terkait usulan pemenuhan kuota guru. Komisi IV berencana untuk mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan setempat guna merumuskan data kebutuhan guru yang akurat untuk disampaikan ke tingkat pusat.
"Kami berharap ada keseimbangan. Jangan hanya yang terlihat fisik saja yang diperbaiki, tetapi juga kualitas pengajarnya. Ini demi masa depan anak-anak Balikpapan," pungkas Gasali.