Pabrik Motor Listrik MBG Pesanan Dadan Hindayana Disorot, Ini Isi Gudangnya

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 09:34:01 WIB
Gudang di Jawa Barat menyimpan ribuan unit motor listrik pesanan program MBG.

KALIMANTAN TIMUR — Pengadaan motor listrik untuk program MBG yang digagas pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional kembali menjadi sorotan. Gudang penyimpanan ribuan unit motor listrik yang dipesan untuk program tersebut kini terungkap. Pemesanan dalam jumlah besar ini sebelumnya menuai kontroversi karena dianggap tidak terencana dengan matang.

Ribuan Unit Motor Listrik Menumpuk di Gudang

Gudang yang terletak di kawasan industri di Jawa Barat itu menyimpan ribuan unit motor listrik. Motor-motor tersebut merupakan bagian dari pesanan puluhan ribu unit yang dilakukan oleh Dadan Hindayana. Kondisi di dalam gudang memperlihatkan unit-unit yang masih tersusun rapi dan tampak belum digunakan.

Beberapa sumber menyebutkan motor listrik yang disimpan merupakan model yang diproduksi oleh pabrikan lokal. Pengadaan ini dilakukan dengan skema tender langsung, yang kemudian memicu pertanyaan dari berbagai pihak. Belum ada pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai status distribusi unit-unit tersebut.

Kronologi Pengadaan yang Disorot Publik

Proses pengadaan motor listrik untuk program MBG mulai menjadi perbincangan setelah muncul laporan tentang pemesanan dalam jumlah besar. Dadan Hindayana yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional disebut langsung menginstruksikan pembelian tersebut. Publik kemudian mempertanyakan urgensi dan dasar dari pengadaan itu.

Sejumlah anggota DPR juga angkat bicara mengenai proses tender yang dinilai kurang transparan. Mereka meminta audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran untuk program MBG. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah motor listrik tersebut akan tetap digunakan atau dialihfungsikan.

Nasib Motor Listrik dan Program MBG

Dengan ditemukannya gudang penyimpanan ini, pertanyaan mengenai nasib ribuan motor listrik tersebut semakin mengemuka. Beberapa pihak mendesak agar unit-unit itu segera didistribusikan atau dialihkan untuk kebutuhan lain. Program MBG sendiri tetap berjalan, meskipun pengadaan motor listrik ini menjadi salah satu catatan kritis dalam pelaksanaannya.

Pengamat kebijakan publik menilai pengadaan ini menjadi contoh lemahnya perencanaan dalam program pemerintah. Mereka berharap ke depannya ada evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang. Sementara itu, Badan Gizi Nasional belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah selanjutnya untuk motor listrik yang masih mengendap di gudang.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top