BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan resmi membawa usulan pembangunan SPBU baru di kawasan Kariangau ke tingkat nasional. Lembaga legislatif tersebut telah mengirimkan surat resmi kepada BPH Migas di Jakarta, sebagai upaya memecah konsentrasi pengisian BBM solar yang selama ini hanya terpusat di beberapa titik di Kota Minyak.
Wacana ini muncul bukan tanpa alasan. Kawasan Kariangau yang merupakan pusat pergudangan, logistik, dan kawasan industri di Balikpapan selama ini tak memiliki SPBU yang memadai. Akibatnya, truk dan kendaraan operasional harus antre hingga berjam-jam di SPBU yang lokasinya jauh dari kawasan tersebut, mengganggu produktivitas distribusi barang.
Kawasan Kariangau merupakan salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan. Namun, infrastruktur penunjang seperti SPBU belum sebanding dengan volume kendaraan yang melintas setiap hari. DPRD menilai kondisi ini menghambat kelancaran arus barang dan jasa, serta memicu pemborosan bahan bakar akibat kemacetan di titik antrean.
"Kami sudah menyurati BPH Migas. Intinya, kami minta ada penambahan titik SPBU di Kariangau. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal efisiensi logistik kota," ujar salah satu anggota Komisi II DPRD Balikpapan dalam keterangannya, Selasa lalu.
Jika usulan ini terealisasi, dampak paling terasa akan dialami oleh sopir angkutan barang dan pemilik usaha kecil di sekitar Kariangau. Antrean panjang yang biasa terjadi di SPBU eksisting diperkirakan bisa terurai hingga 40 persen. Selain itu, distribusi biosolar untuk sektor pertanian dan perikanan di pesisir Balikpapan juga ikut terbantu.
DPRD juga mendorong agar kuota biosolar untuk wilayah Balikpapan ditambah secara keseluruhan. Pasalnya, penambahan SPBU tanpa diiringi penambahan kuota hanya akan memindahkan masalah antrean ke lokasi lain.
DPRD Balikpapan berharap proses kajian di BPH Migas dapat berjalan cepat agar pembangunan bisa dimulai pada tahun anggaran mendatang. Kawasan Kariangau sendiri terus berkembang sebagai penyangga utama aktivitas ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN) di sisi timur Kalimantan Timur.