BERAU — Fenomena pembuangan sampah sembarangan kembali menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. DLHK setempat merespons dengan mengajak warga bergotong royong membersihkan titik-titik kritis sekaligus menyiapkan tambahan kontainer sampah.
Beberapa kecamatan seperti Tanjung Redeb dan sekitarnya menjadi daerah yang paling sering ditemukan tumpukan sampah liar. DLHK mencatat volume sampah yang dibuang di lokasi tidak resmi cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala DLHK Berau menyebutkan bahwa petugas kesulitan menjangkau seluruh titik secara rutin karena keterbatasan armada. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah di lahan kosong atau pinggir jalan.
DLHK tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan. Instansi itu mengajak warga di setiap RT dan kelurahan untuk menggelar kerja bakti massal secara berkala. Langkah ini dinilai efektif untuk membersihkan area yang tidak terjangkau truk sampah harian.
Selain itu, DLHK menyiapkan tambahan kontainer sampah di beberapa titik strategis. Penambahan ini diharapkan bisa menampung limbah rumah tangga sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
DLHK juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Petugas akan memberikan teguran langsung kepada warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
Kepala DLHK Berau menegaskan bahwa pihaknya tidak segan menerapkan sanksi sesuai peraturan daerah bagi pelanggar yang terbukti berulang kali membuang sampah liar. Langkah ini diambil agar efek jera bisa terbangun di tengah masyarakat.
DLHK menargetkan seluruh titik sampah liar di wilayah perkotaan Berau bisa tertangani dalam waktu dekat. Penambahan kontainer dan kerja bakti rutin menjadi andalan utama sebelum sistem pengangkutan sampah diperbaiki secara menyeluruh.
Warga diharapkan berpartisipasi aktif agar lingkungan tetap bersih dan terbebas dari tumpukan sampah yang bisa memicu penyakit serta pencemaran.