BALIKPAPAN — Puluhan siswa MTs Negeri 1 Balikpapan kini tak sekadar belajar teori di kelas. Mereka dibekali keterampilan praktis memeriksa sarang nyamuk dan mengenali jentik Aedes aegypti lewat sosialisasi yang digelar dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim, pekan lalu.
Program bertajuk "Satu Rumah Satu Jumantik" ini menyasar pelajar sekolah menengah pertama sebagai garda terdepan pencegahan DBD di lingkungan rumah masing-masing. Para dosen dari Jurusan Sanitasi Poltekkes langsung turun ke lapangan memberikan materi dan simulasi.
Kepala Jurusan Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kaltim, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menilai anak usia sekolah lebih mudah menyerap kebiasaan baru dan mampu memengaruhi anggota keluarga di rumah. "Anak-anak ini nantinya jadi jumantik cilik yang memantau genangan air di rumah dan sekolah," ujarnya dalam sesi pelatihan.
Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat, kasus DBD masih fluktuatif setiap musim hujan. Keberadaan jumantik di tingkat rumah tangga dinilai menjadi kunci pemutusan rantai penularan sebelum nyamuk dewasa sempat menyebar.
Dalam sosialisasi itu, siswa diajarkan tiga langkah utama: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Para peserta juga dibekali kartu pemantauan jentik untuk diisi setiap pekan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim yang berlangsung di kawasan Gunung Sari, Balikpapan Tengah. Sekolah dipilih karena aksesnya yang strategis dan jumlah siswanya yang besar.
Kepala MTs Negeri 1 Balikpapan menyambut positif inisiatif ini. Pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan pemantauan jentik sebagai bagian dari program ekstrakurikuler kesehatan. "Kami ingin lulusan MTs 1 tidak hanya cerdas akademik, tapi juga punya kesadaran lingkungan," katanya.
Para dosen Poltekkes berjanji akan melakukan evaluasi berkala terhadap para jumantik cilik ini. Jika hasilnya efektif, program serupa akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Balikpapan dan sekitarnya pada tahun ajaran depan.