Lanjong Foundation Pentaskan Teater “Ibu Negara” di Kalimantan Timur, Kritik Bahasa Kekuasaan Lewat Gestur Politik Prabowo

Penulis: Uki Damayanti  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:02:01 WIB
Lanjong Foundation mementaskan teater “Ibu Negara” dengan kritik bahasa kekuasaan lewat gestur politik di Samarinda.

SAMARINDA — Lanjong Foundation, kelompok teater asal Kalimantan Timur, mementaskan lakon satire “Ibu Negara” yang memicu diskusi publik. Dalam pertunjukan tersebut, para aktor secara sengaja meniru gestur dan bahasa tubuh khas Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kritik terhadap bahasa kekuasaan.

Gestur Politik Jadi Medium Kritik

Alih-alih sekadar parodi, pementasan ini menggunakan gestur politik sebagai medium utama untuk menyampaikan pesan. Bahasa tubuh yang lazim diasosiasikan dengan figur kekuasaan—seperti gerakan tangan tegas, postur tubuh tertentu, dan intonasi vokal—diadopsi untuk membongkar bagaimana kekuasaan bekerja melalui simbol-simbol non-verbal.

“Kami tidak sekadar meniru. Kami ingin menunjukkan bahwa gestur itu sendiri adalah bahasa kekuasaan yang sering tidak disadari,” demikian pernyataan dari pihak Lanjong Foundation dalam bahan yang diterima redaksi.

Satire sebagai Cermin Sosial

Teater “Ibu Negara” mengusung genre satire, sebuah pendekatan yang memungkinkan kritik sosial disampaikan lewat humor dan ironi. Dalam konteks Kalimantan Timur yang tengah gencar bertransformasi sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN), pertunjukan ini dianggap relevan untuk mengingatkan publik tentang pentingnya ruang kritis terhadap kekuasaan.

Lanjong Foundation dikenal sebagai kelompok seni yang kerap mengangkat isu-isu politik dan sosial dalam karyanya. Pementasan ini menjadi yang terbaru dari deretan karya mereka yang menantang status quo.

Respons Publik dan Dampak Budaya

Pertunjukan tersebut mendapat respons beragam dari penonton. Sebagian menilai pendekatan ini berani dan segar, sementara yang lain menganggapnya terlalu frontal. Namun, Lanjong Foundation menegaskan bahwa seni adalah ruang untuk refleksi, bukan provokasi.

“Teater harus bisa menjadi cermin. Kalau ada yang merasa tidak nyaman, mungkin itu tanda bahwa cerminnya jernih,” ujar perwakilan Lanjong Foundation.

Fakta Singkat Pementasan “Ibu Negara”

  • Diselenggarakan oleh Lanjong Foundation di Kalimantan Timur
  • Mengadopsi gestur politik Presiden Prabowo sebagai elemen utama pertunjukan
  • Bergenre satire, mengkritik bahasa kekuasaan dalam ruang publik
  • Memicu diskusi tentang batas kritik dalam seni pertunjukan

Pementasan ini diharapkan membuka ruang dialog yang lebih luas tentang peran seni dalam demokrasi, khususnya di tengah dinamika politik nasional yang kian intens.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top