SAMARINDA — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Samarinda menjadi panggung bagi Wakil Wali Kota untuk menyampaikan pesan langsung kepada anak muda. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di daerah yang multietnis seperti Samarinda.
Wawali menyebut generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Samarinda bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.
"Pancasila adalah ideologi pemersatu. Di tangan generasi muda, nilai-nilai ini harus terus hidup dan diterapkan dalam keseharian," ujarnya di hadapan peserta upacara.
Peringatan tahun ini terasa berbeda karena digelar di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Samarinda yang terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan baru dalam menjaga harmoni antarpenduduk lama dan pendatang.
Pesan Wawali dianggap relevan untuk mengingatkan bahwa persatuan harus terus diperkuat, bukan sekadar seremoni tahunan.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa. Bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, menandai dimulainya rangkaian acara.
Meski sederhana, peringatan ini menjadi pengingat kolektif bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup yang harus diimplementasikan dalam tindakan nyata, mulai dari lingkungan sekolah hingga ruang publik.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni belaka. Wawali berharap semangat persatuan yang digaungkan bisa menjadi modal sosial bagi Samarinda dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, terutama menjelang perpindahan ibu kota negara.