Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) membuka akses fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang bagi 23 mahasiswa terpilih dari berbagai universitas di Indonesia pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas calon insinyur nasional melalui pengenalan langsung sistem perpipaan migas yang kompleks di lapangan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi desain perpipaan tingkat nasional untuk mencetak tenaga ahli energi masa depan.
Industri hulu migas nasional memerlukan regenerasi talenta yang memahami kompleksitas infrastruktur energi secara mendalam. Menjawab tantangan tersebut, PHE ONWJ memfasilitasi kunjungan lapangan para semifinalis Pipeline Design Competition (PDC) yang menjadi bagian dari Mechanical Festival (M-Fest) 2026. Kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana teori di ruang kuliah diterapkan pada fasilitas vital negara.
ORF Muara Karang bukan sekadar fasilitas penerima gas biasa. Lokasi ini memegang peran krusial sebagai titik akhir distribusi gas bumi dari anjungan lepas pantai sebelum disalurkan ke konsumen akhir. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa mendapatkan pemaparan teknis mengenai bagaimana PHE ONWJ mengelola aliran gas secara aman, andal, dan efisien untuk menjaga stabilitas energi, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Para peserta diajak mendalami proses bisnis hulu migas, mulai dari pemahaman wilayah kerja hingga teknis operasional di darat. Fokus utama pengenalan ini adalah sistem perpipaan yang menjadi urat nadi distribusi energi. Mahasiswa melihat langsung kerumitan jaringan pipa yang harus tahan terhadap tekanan tinggi dan korosi, sebuah aspek yang selama ini hanya mereka pelajari melalui simulasi perangkat lunak atau buku teks.
Head of Communication, Relations, CID & CSR PHE ONWJ, Ery Ridwan, menyatakan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi. Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke fasilitas produksi akan memberikan perspektif berbeda bagi para calon insinyur dalam memandang tantangan industri energi nasional.
"Kami berharap wawasan langsung mengenai kompleksitas fasilitas hulu migas ini dapat menginspirasi para calon insinyur untuk terus berinovasi. Mereka dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak industri energi nasional di masa depan," ujar Ery Ridwan saat memberikan keterangan resmi.
Ketua Pelaksana M-Fest 2026, Rafi Akbar Maulana, mengapresiasi keterbukaan PHE ONWJ dalam membagikan pengetahuan teknisnya. Ia menyebutkan bahwa interaksi dengan praktisi di ORF Muara Karang memberikan gambaran nyata mengenai implementasi sistem perpipaan yang tidak didapatkan di bangku kuliah. "Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan wawasan sangat berharga terkait proses operasi fasilitas produksi serta implementasi sistem perpipaan di industri migas secara nyata," ungkap Rafi.
Mengingat ORF Muara Karang merupakan area dengan risiko tinggi, PHE ONWJ menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang sangat ketat selama kunjungan berlangsung. Seluruh mahasiswa wajib mengikuti prosedur keselamatan kerja sebelum memasuki area fasilitas jaringan pipa energi. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan keamanan peserta di tengah aktivitas operasional yang tetap berjalan normal.
Langkah PHE ONWJ ini menegaskan posisi perusahaan tidak hanya sebagai produsen energi, tetapi juga sebagai edukator bagi talenta muda Indonesia. Dengan memperkenalkan teknologi perpipaan terkini dan standar keselamatan kelas dunia, anak usaha Pertamina ini berupaya menjembatani celah antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri hulu migas yang kian dinamis.
Ke depan, penguatan kompetensi teknis seperti ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam desain infrastruktur migas yang lebih efisien. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga keandalan fasilitas distribusi energi di seluruh tanah air.