BALIKPAPAN — Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali menyatakan pihaknya menyiapkan 15 sampai 20 unit armada pemadam, tetapi tidak semuanya dikerahkan ke lokasi karhutla. Sebagian kendaraan tetap disiagakan di pos masing-masing untuk mengantisipasi kejadian lain yang butuh penanganan cepat.
“Armada memang kami siapkan sekitar 15 sampai 20 unit. Namun, tidak semuanya langsung kami turunkan ke lokasi karhutla. Kami harus mengatur strategi supaya masih ada armada yang bersiaga di pos,” ujar Usman, Selasa (27/10/2026).
Empat Unit untuk Lahan Satu sampai Dua Hektare
Jumlah kendaraan yang diterjunkan menyesuaikan luas lahan terbakar dan kondisi lapangan. Untuk kebakaran skala kecil, BPBD cukup mengirim empat unit armada dengan dukungan personel dari TNI dan Polri.
“Kalau kebakarannya tidak terlalu besar, misalnya sekitar satu sampai dua hektare, biasanya kami turunkan empat unit armada. Pemadaman juga dibantu tim dari TNI dan Polri,” jelas Usman.
Pola pengaturan itu dipilih agar penanganan kebakaran lahan berjalan efektif tanpa mengorbankan kesiapan petugas di lokasi lain. Personel BPBD bersiaga 24 jam melalui enam sektor yang tersebar di seluruh kota, ditambah dua pos siaga tambahan.
Balikpapan Timur Penyumbang Kasus Terbanyak
Data BPBD menempatkan Balikpapan Timur sebagai wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 53 kasus. Balikpapan Selatan menyusul dengan 32 kejadian, Balikpapan Utara 29 kejadian, Balikpapan Tengah 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian.
Kebakaran umumnya melanda vegetasi berupa ilalang dan semak belukar. Total luas lahan yang diperkirakan hangus sepanjang Januari hingga Oktober 2026 mencapai 93,2 hektare.
Perusahaan Swasta Diminta Bantu Pasokan Air
BPBD menggandeng perusahaan swasta di sekitar kawasan rawan kebakaran. Perusahaan yang punya armada pemadam bisa langsung membantu memadamkan api, sementara yang tidak memiliki armada membantu menyediakan air untuk mengisi ulang kendaraan tangki.
“Kerja sama dengan perusahaan sangat membantu. Ketika terjadi kebakaran, perusahaan yang memiliki unit pemadam bisa langsung membantu. Kalau tidak memiliki armada, mereka dapat membantu menyediakan air,” ungkap Usman.
Di sisi pencegahan, BPBD memperkuat penyuluhan dan koordinasi bersama camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta organisasi kemasyarakatan. Warga diminta tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan kebakaran melalui Call Center 122 agar bisa ditindaklanjuti.