Pencarian

5 Fakta Kopi Liberika yang Jarang Diketahui Penikmat Kopi

Selasa, 29 September 2026 • 08:36:31 WIB
5 Fakta Kopi Liberika yang Jarang Diketahui Penikmat Kopi
Biji kopi Liberika yang mulai dilirik sebagai specialty bean Indonesia.

KALIMANTAN TIMUR — Kopi Liberika jarang jadi pilihan utama di kedai kopi, padahal biji ini punya sejarah panjang di Indonesia sejak era Hindia Belanda. Di balik namanya yang kurang populer, Liberika menyimpan cerita soal asal-usul, daerah tumbuh, sampai aroma khas yang bikin penasaran.

Selama ini Arabika dan Robusta mendominasi cangkir kopi harian masyarakat Indonesia. Liberika justru tumbuh subur di lahan yang jarang disentuh kedua jenis tersebut, dan kini mulai dilirik sebagai specialty bean. Berikut fakta-faktanya.

1. Berasal dari Liberia, Afrika Barat

Liberika adalah spesies Coffea liberica yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Pemerintah Hindia Belanda membawanya ke Nusantara sekitar 1878 sebagai alternatif setelah tanaman Arabika terserang penyakit karat daun.

Sejak itu, Liberika beradaptasi dengan iklim Indonesia. Berbeda dari Arabika, ia mampu tumbuh di dataran rendah dan lahan basah, sehingga berkembang luas di kawasan gambut Sumatera.

2. Sentra Utama di Jambi dan Riau

Jambi menjadi salah satu sentra Liberika terbesar, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kopinya dikenal sebagai Kopi Liberika Tungkal Jambi dan sudah mendapat Indikasi Geografis.

Di Riau, wilayah Kepulauan Meranti juga jadi sentra penting. Kopi Liberika Rangsang Meranti memperoleh perlindungan Indikasi Geografis sejak 2016, dikembangkan di Kecamatan Rangsang Pesisir dengan areal sekitar 775 hektare.

Varietas yang dipakai antara lain Liberoid Meranti 1 dan Liberoid Meranti 2.

3. Cocok Tumbuh di Lahan Gambut

Liberika tahan hidup di lahan gambut dengan tingkat keasaman dan kadar air tinggi. Karakter ini yang membedakannya dari banyak kopi lain yang lebih umum dibudidayakan.

Pohonnya bisa tumbuh tinggi dengan daun lebar dan buah berukuran besar. Bijinya pun punya karakter fisik berbeda dari Arabika maupun Robusta.

Di Kalimantan Barat, Liberika berkembang di Sambas dan Kayong Utara. Kopi Liberika Kayong bahkan meraih sertifikat Indikasi Geografis pada 2023.

4. Aroma Khas Mirip Buah Nangka

Liberika sering dijuluki kopi nangka karena aromanya mengingatkan pada buah tersebut. Karakternya juga menghadirkan nuansa buah, kayu, rempah, hingga aroma asap.

Liberika Meranti punya profil rasa kompleks dan berpotensi masuk kategori specialty. Profilnya mencakup acidity yang clean, rasa manis kuat, body cukup tebal, serta aftertaste yang melekat.

Kadar kafeinnya dilaporkan sekitar 0,9-1%. Cita rasanya memadukan karakter nangka, kopi, dan cokelat yang jadi daya tarik tersendiri.

5. Mulai Dilirik sebagai Specialty Bean

Liberika memang belum sepopuler Arabika dan Robusta dalam konsumsi harian. Namun, jenis ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu emerging specialty beans Indonesia.

Keunikan rasa membuat Liberika menarik disajikan sebagai single origin atau manual brew. Karakter nangka, buah, kayu, dan rempah bisa jadi pengalaman berbeda bagi penikmat kopi.

Di sejumlah daerah penghasil, kafe mulai menawarkan Liberika sebagai daya tarik kopi lokal. Tren ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap kopi spesialti dan cerita asal bijinya.

Liberika membuktikan bahwa kopi langka dari lahan gambut bisa punya cerita dan cita rasa yang setara dengan jenis populer. Buat kamu yang bosan dengan rasa itu-itu saja, biji ini layak dicoba sebagai single origin.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: food.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks