Pencarian

Teardown iPhone 18 Pro: Baterai Jumbo, Tapi Perbaikan Wajib Lewat Layar

Senin, 21 September 2026 • 18:35:01 WIB
Teardown iPhone 18 Pro: Baterai Jumbo, Tapi Perbaikan Wajib Lewat Layar
iFixit membongkar iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max, mengungkap baterai 5.567 mAh pada varian eSIM AS.

KALIMANTAN TIMUR — iFixit membongkar iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max, mengungkap baterai 5.567 mAh di varian eSIM AS serta desain vapor chamber dua kali lebih besar. Namun skor perbaikan sementara hanya 7 dari 10 karena hampir semua perbaikan utama harus melewati panel depan yang rawan rusak saat dibuka.

Spesialis teardown iFixit sudah membuka iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang baru beredar. Dari pembongkaran itu terungkap sejumlah detail yang tidak pernah disebut Apple di panggung peluncuran, mulai dari ukuran baterai hingga tata letak komponen Face ID.

Temuan paling menonjol justru soal reparasi. Dari empat unit iPhone 18 Pro yang dibuka, tiga di antaranya mengalami kerusakan pada frame plastik putih di panel layar saat kaca depan dilepas.

Baterai 5.567 mAh Hanya di Varian eSIM AS

Varian iPhone 18 Pro Max yang dijual di Amerika Serikat memakai baterai berkapasitas 5.567 mAh. Angka itu hanya muncul di model eSIM-only, bukan versi dengan tray SIM fisik yang dijual di pasar lain.

Menariknya, unit AS tersebut tidak memakai modem Apple C2. iFixit menemukan iPhone 18 Pro Max versi Amerika masih mengandalkan modem Qualcomm yang konsumsi dayanya lebih boros. Konsumsi daya ekstra itulah yang diduga jadi alasan Apple menyematkan baterai lebih besar khusus di varian ini.

Vapor Chamber Dua Kali Lebih Besar, Chip A20 Pro Dipindah ke Luar

Apple memindahkan chip A20 Pro ke sisi luar logic board. Posisi baru ini memberi jalur pembuangan panas yang lebih langsung ke sistem pendingin aktif, sehingga disipasi panas berjalan lebih efisien dibanding generasi sebelumnya.

Vapor chamber di iPhone 18 Pro juga diperbesar. Ukurannya setidaknya dua kali lipat dibanding iPhone 17 Pro dan membentang hampir di seluruh bodi ponsel. Kombinasi dua perubahan ini jadi sinyal bahwa Apple menaruh perhatian lebih pada manajemen termal.

Face ID Belum Sepenuhnya di Bawah Layar

Dynamic Island di iPhone 18 Pro memang mengecil, tapi Face ID belum jadi sistem under-display sepenuhnya. Apple memindahkan kamera inframerah dari tengah layar ke sisi kiri, lalu membuat lubang pada frame di bawah panel.

Pemeriksaan dengan mikroskop menunjukkan setiap piksel lain di atas lubang tersebut hilang. Tujuannya agar cahaya inframerah bisa menembus layar tanpa perlu celah yang terlihat mata.

Variable Aperture: Fitur Baru yang Dianggap Gimmick

Lensa variable aperture jadi salah satu upgrade terbesar di iPhone 18 Pro dan Pro Max. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa kamera.

iFixit menyebutnya sekadar "gimmick yang bagus". Alasannya, sensor kamera iPhone hanya berukuran sedikit di atas setengah inci, sehingga ruang untuk memasukkan lebih banyak cahaya sejak awal sudah terbatas.

Panjang fokus lensa yang pendek juga sudah membuat sebagian besar area foto tetap tajam. Efek depth of field termasuk bokeh sudah lama dikerjakan lewat perangkat lunak, bukan optik.

Yang lebih krusial, bilah aperture menambah titik baru yang bisa gagal. Semakin banyak komponen bergerak, semakin besar peluang rusak. Keluhan serupa pernah muncul di ponsel dengan variable aperture sebelumnya, seperti Samsung Galaxy S9.

Kalau bilah aperture bermasalah, perbaikannya tidak bisa parsial. Pengguna harus mengganti seluruh modul kamera. Apple menjual kamera iPhone 17 Pro seharga USD 250 di toko spare part resminya, dan kehadiran variable aperture tidak akan membuat harga kamera iPhone 18 Pro lebih murah.

Ada sedikit kabar baik. Kalau masalahnya hanya bilah yang macet, iFixit menemukan bilah tersebut masih bisa dikendalikan memakai magnet eksternal. Artinya, aperture macet belum tentu berarti sistem kamera mati total.

Baterai Tanpa Lem, Tapi Port USB-C Masih Merepotkan

Apple tidak memakai lem untuk menahan baterai di iPhone 18 Pro. Daya tahan baterai dijaga oleh 13 sekrup berbeda. Meski merepotkan, pendekatan ini lebih baik dibanding lem.

Baterai masih menempel di tray-nya dengan ionic adhesive khusus Apple yang lepas saat dialiri listrik 12V. Tray itu sendiri hanya diikat sekrup, jadi penggantian baterai relatif lebih bersahabat.

Kondisi berbeda dialami port USB-C. Secara teknis komponen ini modular, tapi jumlah lem dan sekrup yang harus dilepas untuk mengeluarkan board membuat penggantiannya menyiksa. iFixit mencatat iPhone 16 Pro sebenarnya sudah menyelesaikan masalah ini dua tahun lalu.

Frame Plastik Putih Jadi Titik Lemah

Panel belakang iPhone 18 Pro dan Pro Max tidak memberi akses ke banyak komponen. Perbaikan apa pun di luar wireless charger mengharuskan teknisi melepas layar depan, proses yang rumit dan berisiko.

Dari empat unit yang dibuka iFixit, tiga mengalami kerusakan frame plastik putih saat kaca depan dilepas. Frame itu bagian penting dari panel layar dan tidak dijual terpisah.

Frame yang rusak berarti ketahanan air hilang dan layar tidak akan pernah menempel rata lagi. Komunitas reparasi melaporkan kondisi yang tidak konsisten, sebagian mengalami kerusakan serupa, sebagian tidak. Komponen ini sudah dipakai sejak iPhone 15 Pro tanpa masalah sebesar ini.

iFixit belum bisa memastikan apa yang berubah tahun ini atau faktor eksternal apa yang berkontribusi. Diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum kesimpulan final diambil.

Skor Perbaikan Sementara 7 dari 10

iFixit memberi skor perbaikan sementara 7 dari 10 untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max. Skor itu turun karena semua perbaikan utama harus melewati panel layar.

Kerusakan frame belum dimasukkan ke penilaian karena masih terlalu banyak hal yang belum diketahui. Skor final menunggu Apple merilis spare part resmi dan iFixit menyelesaikan uji parts-pairing tambahan.

iFixit tetap memuji dukungan reparasi Apple, terutama ketersediaan manual perbaikan yang lengkap. Alat repair assistant juga disebut hampir menghilangkan masalah parts-pairing yang dulu jadi keluhan.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks