Pencarian

Perusahaan Jerman Jajaki Teknologi Tambang Rendah Emisi di MHU

Minggu, 20 September 2026 • 13:36:31 WIB
Perusahaan Jerman Jajaki Teknologi Tambang Rendah Emisi di MHU

KALIMANTAN TIMUR — Sejumlah perusahaan engineering asal Jerman mengunjungi operasional PT Multi Harapan Utama (MHU) di Kalimantan Timur untuk menjajaki kolaborasi teknologi pertambangan. Kunjungan ini digagas Kementerian ESDM bersama German Engineering Federation (VDMA) dan didukung German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID). MHU melihat peluang besar untuk mengadopsi solusi teknologi yang bisa menekan emisi sekaligus meningkatkan keselamatan kerja.

Paragraf pembuka: Kunjungan delegasi Jerman ke lokasi tambang MHU menjadi bagian dari business forum yang menyoroti kebutuhan teknologi di lapangan. Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar menyatakan pihaknya menyambut baik kesempatan tersebut sebagai ajang berbagi pengalaman operasional sekaligus menyerap perspektif baru soal perkembangan teknologi global.

Apa yang Dicari Delegasi Jerman di Tambang MHU

Selama kunjungan, delegasi melihat langsung kegiatan operasional MHU, mulai dari pengelolaan sumber daya hingga aktivitas penambangan. Perhatian utama mereka tertuju pada penerapan aspek keselamatan dan lingkungan di lapangan. MHU juga memaparkan sejumlah upaya peningkatan efisiensi, pengurangan emisi, reklamasi lahan pascatambang, serta pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas perusahaan.

Peninjauan lapangan dan diskusi menjadi cara bagi perusahaan engineering Jerman untuk memahami karakteristik operasional pertambangan di Indonesia. Sebaliknya, MHU memanfaatkan pertemuan itu untuk mengeksplorasi kesesuaian solusi teknologi dengan kebutuhan perusahaan, terutama dalam peningkatan produktivitas, keselamatan, dan kinerja lingkungan.

Peluang Kolaborasi Teknologi dan Engineering

Kemal menilai ada ruang luas untuk saling belajar dan mengeksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Harapannya, dialog yang terjalin bisa berkembang menjadi peluang kolaborasi di bidang teknologi, engineering, dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kegiatan operasional.

“Kami melihat ada ruang yang luas untuk saling belajar dan mengeksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Kemal dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2026).

MHU merupakan perusahaan tambang batu bara yang berada di bawah MMS Group Indonesia (MMSGI). Kegiatan business forum dan site visit ini melibatkan Kementerian ESDM bersama VDMA serta EKONID, menandai keterbukaan sektor pertambangan nasional terhadap teknologi dan praktik engineering dari Jerman.

Dorongan Efisiensi dan Pengurangan Emisi

Isu pengurangan emisi menjadi salah satu fokus dalam pertemuan tersebut. MHU memaparkan berbagai langkah yang sudah dijalankan, termasuk reklamasi lahan pascatambang dan pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas perusahaan. Bagi perusahaan engineering Jerman, kunjungan ini menjadi kesempatan melihat langsung kebutuhan teknologi di lapangan, khususnya untuk efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.

Kemal menegaskan kunjungan delegasi Jerman ke MHU menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman mengenai kegiatan operasional pertambangan sekaligus mendapatkan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan solusi engineering di industri pertambangan global.

Langkah MHU membuka pintu dialog dengan perusahaan engineering Jerman menunjukkan arah industri tambang batu bara nasional yang semakin menaruh perhatian pada efisiensi, keselamatan, dan pengurangan emisi. Jika kolaborasi teknologi terealisasi, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga menjadi sinyal bagi sektor pertambangan Indonesia dalam menghadapi tuntutan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks