Pencarian

Wisata Halal Jadi Peluang Emas, Buku Panduan untuk Pelaku Usaha Diluncurkan

Kamis, 17 September 2026 • 16:07:01 WIB
Wisata Halal Jadi Peluang Emas, Buku Panduan untuk Pelaku Usaha Diluncurkan

KALIMANTAN TIMUR — Buku "Pengembangan Wisata Halal: Panduan bagi Pelaku Usaha dan Pemerintah" akan diluncurkan pada 19 September 2026 sebagai peta jalan strategis bagi korporasi dan pengambil kebijakan daerah. Buku ini menyasar pelaku perhotelan, biro perjalanan, hingga pemerintah daerah yang ingin menangkap segmen wisata halal global. Peluncuran ini menandai makin seriusnya pendekatan akademik terhadap tren wisata halal yang terus tumbuh.

Dr. Fitry Primadona, S.Si., M.M., bersama sejumlah akademisi merancang buku ini untuk menjembatani riset akademik dengan praktik lapangan. Buku setebal panduan strategis itu digarap bersama Prof. Dr. Sapta Nirwandar, Prof. Dr. Hartoyo, Prof. Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, dan Dr. Laily Dwi Arsyianti.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Kamis (17/8/2026), buku ini hadir sebagai respons atas tren pelancong muslim global yang terus meningkat. Segmen wisata halal tidak lagi dipandang sebagai pasar niche, melainkan motor penggerak ekonomi pariwisata dunia.

Mengapa Wisata Halal Kini Jadi Rebutan

Data global menunjukkan pelancong muslim menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat. Profil konsumen muslim modern dinamis, dan loyalitas mereka terhadap destinasi yang ramah syariah cenderung tinggi.

Dua hal itu menjadi modal utama bagi pelaku usaha perhotelan maupun biro perjalanan. Buku ini membedah tren pasar terkini, membaca profil konsumen, hingga mengupas kunci loyalitas pelanggan.

"Wisata halal adalah peluang strategis untuk membangun destinasi yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri pariwisata global," tegas Fitry Primadona, yang akrab disapa Dona.

Isi Buku: Dari Riset Pasar hingga Standar Halal

Pembaca diajak memahami tiga hal utama: tren pasar terkini, profil konsumen muslim modern, dan strategi meraih loyalitas pelanggan. Ketiganya menjadi fondasi bagi pelaku usaha yang ingin masuk segmen ini.

Buku ini juga menyoroti kerumitan implementasi standar halal. Mulai dari inovasi pelayanan, tantangan di lapangan, hingga kolaborasi lintas sektor antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

Para penulis menekankan bahwa daya saing destinasi wisata halal tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas fisik. Diperlukan ekosistem bisnis yang kokoh dan pemahaman mendalam soal kebutuhan wisatawan muslim.

Siapa yang Perlu Membaca

Buku ini menyasar pelaku usaha perhotelan, biro perjalanan, hingga pemerintah daerah yang ingin mengembangkan destinasi halal. Panduan ini juga relevan bagi pengambil kebijakan yang serius menangkap potensi ekonomi segmen tersebut.

Peluncuran buku dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026. Informasi lebih lanjut soal lokasi dan cara mengikuti acara dapat dikonfirmasi melalui penyelenggara atau kanal resmi penerbit.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks