Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur menyalurkan 300 unit pompa air portabel untuk menyelamatkan 2.000 hektare sawah tadah hujan yang terancam gagal panen akibat kemarau. Bantuan ini diprioritaskan untuk kawasan Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Kutai Timur. Langkah ini terbukti efektif menekan angka puso yang sempat mencatatkan 25 hektare pada Juli lalu.
SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPTPH memastikan armada pompa air yang disebar ke sejumlah daerah terdampak kekeringan terus beroperasi secara bergilir. Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, pemindahan armada secara dinamis ini menjadi kunci untuk menjaga pasokan air di sawah tadah hujan.
"Kami telah menyebar lebih dari 300 unit pompa air yang bersifat dinamis ke berbagai lokasi yang mengalami kekeringan," kata Fahmi Himawan di Samarinda, Senin.
Puso 25 Hektare di Juli, Agustus Nihil
Upaya mitigasi ini membuahkan hasil. Fahmi mencatat, pada Juli 2026 sempat ada lahan puso seluas 25 hektare, namun memasuki Agustus laporan serupa sudah tidak ada lagi. Perputaran pompa yang cepat dianggap krusial untuk menekan risiko gagal panen yang lebih luas.
Subsidi BBM untuk Meringankan Petani
Agar petani tidak terbebani biaya operasional mesin, Pemprov Kaltim menggandeng UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bantuan BBM disalurkan berdasarkan usulan kelompok tani yang telah diverifikasi.
"Kami memberikan surat rekomendasi ke SPBU agar petani mudah mendapatkan fasilitas subsidi BBM dari Kementerian Pertanian," ujarnya.
Kolaborasi dengan BWS dan Modifikasi Cuaca
Penanganan kekeringan tidak hanya bertumpu pada pompa portabel. Balai Wilayah Sungai (BWS) setempat turut mengerahkan truk tangki untuk mengisi bendungan dan saluran irigasi yang menyusut, sehingga pasokan air untuk lahan pertanian tetap stabil.
Pemprov juga telah bersurat ke pemerintah kabupaten dan kota untuk menyatukan sinergi Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, serta Bappeda. Kolaborasi ini untuk mempercepat usulan kebutuhan pompa air tanah melalui aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (Sipuri) yang diperpanjang hingga September 2026.
"Kami turut mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk demi mendukung implementasi sistem pertanian cerdas," papar Fahmi.
Imbauan untuk Petani
Di tengah kondisi kemarau, para petani diminta disiplin menggunakan varietas padi yang toleran terhadap kekeringan. Selain itu, larangan membuka lahan dengan cara dibakar kembali ditegaskan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi di musim kemarau.